Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gaji di Bawah Rp 700 Ribu, Banyak Guru PAUD di Jember Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Sehari-hari 

Radar Digital • Jumat, 15 Desember 2023 | 17:40 WIB
“Jadi, ada honor dari yayasan dan honor dari Pemkab Jember.”  RIFDATUL AFIYAH  Ketua Himpaudi Jember
“Jadi, ada honor dari yayasan dan honor dari Pemkab Jember.” RIFDATUL AFIYAH Ketua Himpaudi Jember

BERBICARA mengenai kesejahteraan guru PAUD, tentu belum seluruhnya sejahtera. Gaji guru PAUD yang masih berada di bawah angka Rp 700 ribu belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

PAUD terdiri atas dua jenis, yakni PAUD formal dan PAUD nonformal. PAUD formal yakni TK, beberapa guru yang mengajar sudah menjadi pegawai negeri dan mendapatkan sertifikasi. Tetapi, untuk PAUD nonformal sama sekali belum ada yang diangkat menjadi pegawai negeri ataupun mendapatkan sertifikasi.

Ketua Himpaudi Jember Rifdatul Afiyah menyampaikan bahwa gaji guru PAUD yang belum PNS dan sertifikasi didapat dari insentif yayasan dan insentif APBD Pemkab Jember. Insentif yang ada saat ini cukup lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Rifdatul mengungkapkan bahwa awal mulanya insentif hanya Rp 50 ribu, kemudian dari tahun kemarin sampai bulan September naik menjadi Rp 320 ribu. Mengalami kenaikan lagi pada bulan Oktober 2023 menjadi Rp 480 ribu. “Cairnya bukan sebulan sekali, tetapi 3 bulan sekali,” jelasnya.

Selain guru yang belum PNS dan mendapat sertifikasi, syarat lainnya untuk bisa mendapatkan insentif Pemkab Jember yakni harus masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara itu, untuk bisa masuk Dapodik, guru harus memiliki ijazah S-1.

Sehingga, guru PAUD yang belum memiliki ijazah S-1 saat ini semangat sekali untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Semangat itu demi mendapatkan hak yang sama seperti guru PAUD lainnya yang mendapatkan insentif.

Tidak hanya mendapat insentif dari Pemkab Jember, guru PAUD juga mendapat insentif dari yayasan masing. Terkait besarannya bergantung pada besar kecilnya yayasan. Insentif yang diberikan berkisar Rp 150–500 ribu. “Jadi, ada honor dari yayasan dan honor dari Pemkab Jember,” terangnya.

Meski belum sejahtera, Rifdatul mengaku, yang membuat guru-guru PAUD bertahan adalah rasa sayang dan nyaman berada di lingkungan sekolahnya. Sebagai organisasi yang menaungi PAUD se-Jember, yang bisa dilakukan yakni terus mengusulkan kenaikan gaji guru PAUD. “Alhamdulillah, bupatinya janji setiap tahun akan dinaikkan 50 persen. Mudah-mudahan itu menjadi penyemangat teman-teman,” pungkasnya. (cad/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #gaji rendah #guru paud