Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UKM Pers Tegalboto: Sejarah Pergerakan Pers Universitas Jember dan Julukan Red Carpet Community

Radar Digital • Minggu, 10 Desember 2023 | 23:34 WIB
Kredit foto: Dok Redaksi UKM Pers Tegalboto
Kredit foto: Dok Redaksi UKM Pers Tegalboto

RADARJEMBER.ID – Mahasiswa sebagai kaum intelektual, pemikiran dan perasanya sangat peka terhadap sekitar, khususnya terhadap negara. Tahun 1990 merupakan masa di mana mahasiswa dihadapkan dengan kekuasaan otoriter pemerintah, sehingga dari sana lahirlah pergerakan mahasiswa yang dengan keras menyuarakan idealisme mereka.

Era tersebut merupakan peran besar mahasiswa sebagai agent of change bagi negaranya sendiri. Maka, mahasiswa kala itu memiliki keyakinan bahwa kekuasaan bisa ditundukkan dengan tulisan.

Tercetusnya keyakinan tersebut mendorong mahasiswa dari berbagai daerah untuk bersatu membentuk suatu komunitas dengan tujuan untuk merancang alat pergerakan baru yang lebih masif. Sebuah media yang bisa menyuarakan, Pers Mahasiswa.

Universitas Jember, pada 1992 telah melahirkan Pers Mahasiswa yang dibidani oleh mahasiswa-mahasiswa aktifis, di antaranya Susilo Darma, Khudori, Muhammad Fauzi, dan Insan Kamil.

Tanggal 27 November resmi menjadi hari kelahiran Pers Mahasiswa Universitas Jember ini. Nama Tegalboto kemudian dipilih sesuai dengan tempat di mana ia menghirup napas untuk pertama kalinya. Kehadiran Pers Tegalboto dengan memegang teguh motto “Amanat Hati Nurani Mahasiswa” disambut antusias oleh mahasiswa.

Pers Tegalboto terus berproses hingga terbitnya SK Rektor No. 7395/PT.32.H/SK/013 tahun 1993 tentang penerbitan majalah. Pada tahun itu juga, Pers Tegalboto mendapat dukungan dari Lembaga Pers Mahasiswa dari berbagai fakultas, di antaranya LPM SAS, Plantarum, Pijar, Prima, Ecpose Imparsial, dan Aspirasi.

Produk majalah Tegalboto selalu berpegang teguh terhadap idealismenya. Di samping itu, mereka juga memiliki haluan filsafat sehingga antar anggota selalu memiliki bahasan diskusi yang tak pernah habis.

Seperti media pada umumnya, Pers Tegalboto juga melaksanakan kegiatan redaksi, mulai dari liputan, penulisan berita, hingga publikasi. Pelatihan-pelatihan jurnalistik seperti PJTD dan PJTL pun diinisiasi sebagai program kerja Pers Tegalboto.

Tegalboto lahir atas asas kebersamaan, lahir di antara orang-orang yang berdiskusi, membaca, menulis, dan ngopi, serta pembahasan filsafat di atas karpet merah. Itulah alasan kenapa Pers Tegalboto mendapat julukan Red Carpet Community. Selain itu, karpet merah juga identik dengan eksklusivitas bagi anggotanya.

Hingga hari ini, Pers Tegalboto masih menunjukkan eksistensinya melalui karya-karya anggota. Dihadapkan dengan berbagai tantangan serta arus globalisasi yang semakin kuat, mendorong Pers Tegalboto harus beradaptasi demi kelangsungan pergerakan mahasiswa dalam menyuarakan idealisme dan mendukung kebenaran. (mm7/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #pers #ukm #UNEJ