Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Santri SMA Nuris Jember Juarai Kompetisi Esai Nasional, Gagas Aplikasi Canggih, Lindungi Anak dari Situs Porno

Radar Digital • Rabu, 8 November 2023 | 17:45 WIB
MEMBANGGAKAN: Ramdhan Adi Saputra, santri SMA Nuris, memegang piala penghargaan setelah menjadi juara esai tingkat nasional.
MEMBANGGAKAN: Ramdhan Adi Saputra, santri SMA Nuris, memegang piala penghargaan setelah menjadi juara esai tingkat nasional.

Tingginya siswa yang mengakses situs pornografi membuat Rhamdan Adi Putra menggagas inovasi pembuatan Student Monitoring Application (SMP). Sebuah aplikasi pengontrol HP anak dari jangkauan situs pornografi. Atas gagasannya, santri SMA Nuris itu berhasil memenangkan kompetisi esai COBS UTM tingkat nasional, awal tahun ini.

CANDU terhadap pornografi akan perlahan mengikis kerja otak manusia. Pada kenyataannya, anak adalah bagian dari mereka. Paparan pornografi anak di usia sekolah tak bisa dibiarkan. Sering berjalannya waktu akan menjadi adiksi bahkan di usia mereka yang belum dewasa.

Perkembangan teknologi memudahkan aksesibilitas untuk itu semua. Setidaknya itulah media yang memberikan suguhan pornografi kepada anak. Dalam bentuk foto maupun gambar bergerak. Ini akan menjadi biang keladi pada perubahan perilaku anak secara drastis. Imajinasi yang ngawur, minat belajar bisa turun, atau yang paling parah melakukan pelecehan seksual. "Butuh aplikasi untuk monitoring," tutur Rhamdan Adi Putra.

Santri SMA Nuris Jember itu mulai mempelajari bagaimana situs pornografi tersebar bebas di internet. Menurutnya, saat ini masih banyak anak yang mengonsumsinya. Orang tua memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan. Sayangnya, masih banyak yang lalai. "Kadang orang tua juga lalai mengawasi," timpalnya.

Berangkat dari masalah itu, Rhamdan berpikir keras mencoba untuk memberikan sumbangsih solusi. Remaja 16 tahun itu akhirnya menggagas aplikasi untuk mencegah anak mengakses situs pornografi. Sebuah aplikasi yang dirancang untuk orang tua memberikan kontrol, mirip dengan Google Family Link. "Tapi, aplikasi itu terdapat beberapa kekurangan dalam fiturnya. Misalnya lokasi yang kurang akurat sampai penyetelan batas waktu pemakaian perangkat anak yang sering terjadi perubahan," jelasnya.

Dia memberikan nama SMP untuk aplikasi gagasannya, yang merupakan singkatan dari Student Monitoring Application. Sebuah aplikasi pemantauan bagi guru atau orang tua kepada siswa dalam penggunaan smartphone. Berkat gagasannya itulah, Rhamdan mendapatkan apresiasi sebagai juara tiga dalam kompetisi esai COBS UTM tingkat nasional pada Maret lalu.

Idenya patut digunakan dan dikembangkan. Dia memecah SMP menjadi tiga subaplikasi yang bisa dipakai untuk orang tua serta guru sebagai aplikasi pendukung, dan SMP untuk anak sebagai aplikasi utama. Di aplikasi utama, terdapat beberapa fitur untuk membatasi anak bermain HP. Tujuannya tentu untuk mencegah anak menjangkau situs pornografi. "Di antaranya prevention, barrier, timetable, dan VPN blocking," sebutnya.

Melalui fitur-fitur itu, Rhamdan mengatur sistem kontrol untuk anak. Fitur prevention yang terintegrasi dengan sistem IT, memberikan peringatan anak saat mengakses konten yang tidak sesuai usianya. Didukung dengan fitur barrier yang menjadi tiang pembatas bagi anak untuk men-download aplikasi atau hal-hal yang tak sesuai dengan rating kedewasaan. "Fitur VPN blocking bertujuan memblokir penggunaan VPN untuk mencegah anak mengakses konten negatif," terang remaja asal Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, itu.

Fitur lainnya juga disebutkan ada di subaplikasi pendukungnya. Seperti times control, place tracker, spy, permittance, school report, dan timetable. Pengawasan melalui fitur tersebut cukup komplet. Selain memiliki banyak fitur, aplikasi gagasan Rhamdan memiliki keunggulan tersendiri. Yakni bisa diakses secara offline, memiliki tampilan visual yang menarik, sampai bahasa operasional yang bisa disesuaikan. "Tidak hanya bisa mencegah siswa dalam menjangkau situs pornografi, tetapi juga monitoring aktivitas siswa dalam menggunakan HP," urainya.

Gagasan siswa kelas 11 SMA Nuris tersebut sudah dipresentasikan dan mendapatkan acungan jempol dari para juri. Ilmu pembuatan karya tulis ilmiah yang didapatkannya dari ekstrakurikuler diakui sangat membantunya. Termasuk pendampingan guru yang diberikan.

Rhamdan memang sangat menyukai riset mandiri dan menulis. Baginya, melakukan riset atau penelitian adalah sebuah tantangan. Lab kimia di SMA Nuris kerap dijadikannya sebagai tempat untuk menuangkan ide. Tak hanya riset berbasis teknologi, tetapi juga di bidang kimia, pertanian, hingga fisika. "Man jadda wa jadda," motonya. (c2/nur)

 

Editor : Radar Digital
#nuris #Aplikasi