JEMBER,RADARJEMBER.ID – Sejumlah gedung sekolah di beberapa wilayah Jember ternyata masih belum cukup memadai. Seperti contohnya SDN Banjarsari 04, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari.
SD tersebut butuh ruang perpustakaan. Karena selama ini buku-buku bacaan milik sekolah hanya di tumpuk diatas meja yang ada diruang guru.
Itupun bila hujan pasti ruangan tersebut bisa bocor. Sebab ruangan tersebut sudah lama mengalami rusak kebocoran.
Selain tidak mempunyai ruang perpustakaan, tiga ruang kelas yang ada sudah tidak layak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (kbm). Karena dari tiga ruang kelas yang ada, satu ruang digunakan untuk dua kelas yakni kelas 1 dan kelas 2.
Sementara kelas lainnya menempati ruang kelas dengan ukuran sempit. "Jumlah siswa di SDN Banjarsari 04 memang hanya ada 43 siswa mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6," kata Baharianto Plt Kepala SDN Banjarsari 04.
Sehingga buku bacaan untuk siswa dan sebagian arsip lain memang hanya ditumpuk. Karena memang tidak ada ruang kusus untuk perpustakaan.
Yang jelas menurut Baharianto, pihaknya setelah menerima SK sebagaia Plt langsung menyiapkan proposal untuk dikirim ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, untuk pengajuan rehap.
Karena ruang kelas yang ada termasuk ruang guru sudah tidak layak ditempati. Bila hujan semua ruang kelas kelas mengalami kebocoran.
Demikian juga dengan tembok dimasing masing ruang kelas sudah retak. Termasuk keramik lantainya jua hancur. "Sehingga guru di masing-masing kelas itu yang mempunyai inisiatif menutup dengan semen dengan uang dari saku guru itu sendiri. Sementara ruang kelas agar bisa bagus dengan cat dari hasil uang dari guru dan siswa," imbuhnya. (jum/bud).
Editor : Radar Digital