ANDONGREJO, Radar Jember – Ada saja gedung sekolah negeri yang kondisinya cukup memprihatinkan. Bahkan, bisa dibilang sudah tidak layak untuk ditempati kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Ini bukan saja terjadi di beberapa SD negeri, tapi juga ada di tingkat SMP negeri, seperti SMPN 3 Tempurejo.
Lokasi sekolahnya jauh dari kota Jember. Untuk bisa sampai ke lokasi ini, harus melewati jalan terjal yang cukup sulit. Roda empat dipastikan akan banyak yang balik kanan. Sementara, kendaraan roda dua masih lebih memungkinkan.
Di sekolah tersebut ada 46 siswa dengan tiga ruang kelas. Lokasi tepatnya berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Untuk sampai di sekolah tersebut harus menempuh 1 jam perjalanan dengan jarak tempuh 12 kilometer lebih.
Di sekolah ini, ruang kelas serta ruang gurunya sudah tidak layak. Kayu kuda-kuda di ruang guru terlihat mulai menggantung dan berpotensi ambruk. Eternitnya juga hanya tinggal beberapa lembar saja, karena lainnya rontok. “Ketika hujan, ruang guru bocor sehingga guru harus keluar dan pindah ke teras,” kata Kepala SMPN 3 Tempurejo David Eka Hariyadi.
Ruang kelas yang paling parah dan tidak ditempati yakni kelas VII. Siswa kelas ini pun menempati ruang kantin untuk KBM. Untuk ruang kelas VIII dan IX bisa dibilang rusak sedang dan masih dipakai. “Kusen jendela dan pintu dimakan rayap,” katanya. Hal ini pun diusulkan ke Dinas Pendidikan Jember agar dibangun atau direnovasi.
Untuk ruang kepala sekolah, sementara ini memakai rumah dinas guru. Itu pun kondisinya juga bocor saat musim hujan. Pihaknya hanya berharap dilakukan renovasi. “Untuk jumlah siswa memang sedikit, karena hanya mengandalkan lulusan dari SDN Negeri Andongrejo yang ada di depan sekolah,” jelasnya. Anak-anak yang sekolah kebanyakan putra-putri karyawan kebun karet sebuah perusahaan swasta. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital