Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Maba Unej Jember Diminta Speak Up bila Ada Kekerasan Seksual

Safitri • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 22:47 WIB

 

SIAP KULIAH: Maba Unej usai mengikuti gladi bersih, kemarin. Dalam PPKMB Unej diberikan beberapa materi,  salah satunya tentang kekerasan seksual.
SIAP KULIAH: Maba Unej usai mengikuti gladi bersih, kemarin. Dalam PPKMB Unej diberikan beberapa materi,  salah satunya tentang kekerasan seksual.

SUMBERSARI, Radar Jember – Kekerasan seksual atau KS menjadi salah satu materi dalam pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Jember (Unej). Diharapkan mahasiswa mulai menyadari dan berani bicara bila menemukan kejadian KS di kampus.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unej Prof Slamin menyampaikan, ada lima pokok materi. Di antaranya wawasan kebangsaan dan bela negara, sistem pendidikan tinggi, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0. Selain itu, pengembangan karakter mahasiswa, keselamatan dan kesehatan kerja, serta muatan lokal dan profil kampus. “Ada pembobotan di masing-masing materi,” ucap Prof Slamin, kemarin (18/8).

Dalam pengembangan karakter mahasiswa, terangnya, diberikan pemahaman mengenai kampus sehat. Seperti antikekerasan seksual (KS), perundungan, antinarkoba, hingga antikorupsi. Termasuk menghindari adanya intoleransi di lingkungan kampus.

Pihaknya berharap adanya materi anti-KS bisa menjadi bekal pengetahuan bagi mahasiswa, khususnya perempuan, agar bisa aware dan speak up mengenai masalah tersebut. Apabila menemukan atau bahkan menjadi korban KS, pihaknya mengimbau langsung melaporkan kepada satgas atau Pusat Studi Gender (PSG) Unej. “Harapannya bisa dihindari dan dicegah,” kata pria yang juga menjadi Ketua Panitia PKKMB itu.

Slamin menjelaskan, melalui PKKMB mahasiswa diberikan pemahaman soal sistem pendidikan yang ada di kampus. Dikenalkan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Berbagai kegiatan yang bisa diikuti oleh mahasiswa agar bisa dieksplorasi. Termasuk materi yang berhubungan dengan minat, bakat, dan kreativitas. “Penguatan kapasitas ormawa hingga kesempatan belajar di luar negeri,” paparnya.

Dia menyebutkan, jumlah mahasiswa baru yang dilantik sebanyak 7.713 mahasiswa baru angkatan 2023. Diterima dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebanyak 1.993 mahasiswa, jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 3.825 mahasiswa, dan Seleksi Mandiri Mahasiswa Baru (Semmaba) 1.742 mahasiswa. Kemudian, 178 mahasiswa lulusan diploma 3 yang meneruskan ke jenjang sarjana melalui jalur alih jenis, dan 30 mahasiswa baru penerima beasiswa jalur Afirmasi Pendidikan (Adik) Papua serta Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). (sil/c2/dwi)

Editor : Safitri
#Kekerasan Seksual #Jember