RADARJEMBER.ID – Banyaknya limbah diaper membuat keresahan tersendiri di masyarakat. Namun, keresahan yang dialami tidak dibarengi dengan tindakan nyata untuk mengurangi lonjakan sampah tersebut. Sehingga menjadi menumpuk dan mencemari lingkungan.
Menjawab pencemaran yang diakibatkan oleh sampah diaper, MI Darussalam 02 Bagon, Kecamatan Puger, Jember, membuat inovasi pemanfaatan diaper sebagai barang yang lebih berguna. Yaitu pembuatan pot bunga dengan bahan dasar limbah diaper.
Salah seorang guru MI Darussalam 02 Bagon, Fatimah Zahro, menjelaskan, sejatinya sampah diaper memiliki kelebihan yang tidak semua orang mengetahuinya. “Pemanfaatan ini kami ajarkan kepada siswa agar mereka juga peduli lingkungan,” tegasnya. (qal/bud)
Pengenalan Siswa Pengelolaan Sampah Diaper
- Tumbuhkan jiwa peduli lingkungan sejak dini.
- Asah kreativitas siswa.
- Asah kemampuan bekerja sama.
- Mengajarkan berbisnis melalui kreativitas yang dibuat dari sampah diaper.
- Membuka pola pikir bahwa sampah juga bisa menjadi barang berharga.
Langkah Pembuatan Pot dari Sampah Diaper
Bahan yang Digunakan
- Diaper bekas
- Semen
- Pot plastik (sebagai cetakan)
- Kertas bekas (untuk lapisan saat dicetak)
- Air
Cara Pembuatan
- Campurkan semen dan air terlebih dahulu sebagai langkah awal
Semen harus dua kali lebih banyak dibandingkan dengan air. Agar kepadatan material dasarnya sesuai untuk membentuk pot yang kokoh. - Tambahkan material fiber yang berasal dari diaper bekas ke campuran air dan semen
Sambil mengaduk campuran semen dan air, masukkan fiber popok bayi bekas pakai ke dalam ember tersebut. - Aduk campuran dari ketiga bahan tersebut hingga merata
Jangan didiamkan terlalu lama, karena semen akan mengeras. Terus aduk hingga ketiga bahan tersebut sudah cukup padat dan berhasil menyatu dengan baik. - Siapkan pot tanaman plastik atau tanah liat yang telah dilapisi oleh kertas
Pot ini dijadikan sebagai cetakan untuk membentuk pot popok bayi bekas. - Tempelkan campuran air, semen, dan fiber diaper yang telah siap ke cetakan pot tanaman
Tunggu selama satu sampai dua hari hingga pot mengering dengan sempurna. - Setelah pot kering, bisa mengecatnya dengan warna kesukaanmu. Bahkan bisa kamu hias dengan tulisan atau gambar lainnya
Setelah pot benar-benar kering dan sudah mengeras, kamu bisa lanjut mengecat pot tersebut dengan warna favorit yang diinginkan.