Seperti yang terjadi di SDN 2 Pakis, Kecamatan Panti. Akibatnya, satu ruangan harus diisi oleh dua kelas berbeda.
Maklum saja, jumlah siswa di sekolah ini cukup minim. Itu karena banyak masyarakat yang memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain.
Ini akibat takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada anaknya. Rasa khawatir itu muncul setelah wali murid melihat kondisi ruangan yang rusak parah.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada dua ruangan yang mengalami kerusakan parah. Bahkan, sebelumnya bagian atapnya sempat terjatuh saat pembelajaran berlangsung.
Namun, tidak ada korban dari peristiwa tersebut. Hal itu yang membuat dua ruangan itu tidak digunakan selama bertahun-tahun. Lantaran khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
Peristiwa itu ternyata juga menjadi perhatian para warga sekitar. Terbukti mereka lebih banyak menyekolahkan anaknya di tempat lain.
Meskipun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Hal tersebut sudah terjadi sejak lima tahun yang lalu. Akhirnya, jumlah siswa di sekolah yang terletak di pelosok desa itu tidak mencapai 100 anak dari enam kelas yang ada.
Kepala SDN 2 Pakis Moh Taufiq Hidayat mengatakan, pihaknya sudah sempat mengajukan bantuan renovasi kepada instansi terkait. Namun, tidak dapat direalisasikan karena kondisi murid yang cukup minim.
Walaupun sudah sempat dilakukan survei lokasi oleh pihak terkait. Tapi, bukan bantuan renovasi yang didapatkan, melainkan bantuan mebel berupa kursi dan bangku.
Oleh sebab itu, dia mengaku bersyukur atas adanya bantuan dari kepolisian tersebut. Secara keseluruhan ada empat kelas yang rusak. Namun, untuk sementara dua ruang yang rusak parah yang diperbaiki.
Sementara dua lainnya, meski sudah rusak, namun masih dianggap layak untuk ditempati proses belajar mengajar. “Satu ruangan itu biasanya kami pakai untuk pembelajaran dua kelas,” untuknya.
Setelah lima tahun rusak, dua ruangan tersebut akhirnya direnovasi. Sayangnya, hal tersebut bukan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jember. Melainkan oleh aparat kepolisian dalam rangka HUT Bhayangkara, beberapa hari lalu.
Sekadar informasi, lembaga pendidikan ini juga sempat menjadi atensi Kapolri. “Semoga setelah diperbaiki, siswanya semakin banyak,” harapnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono menuturkan, saat ini bangunan sekolah rusak itu sudah diperbaiki bersama aparat kepolisian. “Saat ini lagi perbaikan bersama dengan Polri, Mas,” jelasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital