BACA JUGA : Mobil Setengah Miliar yang Terbakar di Jember Ternyata Sudah Dimodifikasi
Imam Mujdiono, pembina teknis SD tersebut, menyampaikan, pihaknya menginginkan anak didiknya memiliki kecakapan hidup sejak dini. Ada beberapa materi budi daya yang diajarkan kepada para siswa dari SD kelas III hingga kelas VI. Seperti materi menanam sayur, buah-buahan, dan bunga pada lahan sempit.
Semua diajarkan oleh para tenaga pendidik, dari materi hingga mempraktikkan secara langsung. Saat ini para siswa secara mandiri sudah bisa menanam bibit, merawat tanaman, membuat pupuk organik, melakukan pemanenan, hingga penjualan.
Tahapan pembelajaran bercocok tanam itu pun ada berbagai macam. Di antaranya pemberian materi budi daya, pemanfaatan limbah sebagai media tempat tanam serta pembibitan, dan pembuatan pupuk organik. “Perawatan tentunya juga diajarkan. Siswa diajarkan selalu mengontrol tanamannya setiap hari di sekolah,” katanya.
Selain itu, ada tahap panen dan penjualan. “Kalau anak SMP sudah biasa melakukan penanaman seperti ini di sekolah. Tetapi, ini kami mengajarkan anak SD kelas III sampai kelas VI. Kami berharap apa yang kami ajarkan ini bisa terus teraplikasikan hingga mereka dewasa nanti,” pungkasnya. (cad/c2/bud) Editor : Safitri