Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak SMP Negeri di Jember Kekurangan Siswa

Safitri • Rabu, 5 April 2023 | 20:05 WIB
BELUM DIBUKA: Di tengah gencarnya SMP swasta yang bersaing untuk mendapatkan siswa, ternyata juga ada yang belum memulai PPDB seperti SMP Plus Walisongo, Wirowongso, Jember.
BELUM DIBUKA: Di tengah gencarnya SMP swasta yang bersaing untuk mendapatkan siswa, ternyata juga ada yang belum memulai PPDB seperti SMP Plus Walisongo, Wirowongso, Jember.
AMBULU, Radar Jember – Hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN lewat jalur zonasi di pinggiran sepi peminat. Bahkan ada sekolah yang masih jauh dari yang diharapkan. Jumlah siswa yang mendaftar lewat jalur zonasi terbilang sedikit dan belum mencapai pagu yang ditetapkan. Hal itu karena ada sekolah swasta yang melakukan promosi dengan berbagai cara, termasuk bagi-bagi seragam kepada calon siswa baru.

BACA JUGA : Saat Razia Rokok Ilegal Tak Saja Temukan  Rokok Ilegal Tapi Juga dan Arak

Seperti di SMPN 3 Puger yang lokasinya berada di wilayah pantai selatan atau berada di jalur lintas selatan (JLS), pendaftar PPDB masih jauh dari yang diharapkan. Di sekolah ini baru ada 19 siswa yang mendaftar dari dua pagu rombongan belajar (rombel) atau dari ruang kelas. “Perinciannya jalur prestasi dan afirmasi ada 11 siswa, sedangkan lewat jalur zonasi hari pertama ada 9 siswa, dan PPDB hari kedua kosong,” kata Kepala SMPN 3 Puger Ni’matul Khoiroh.

Dikatakan, dia bersama guru sudah berusaha mendatangi sekolah di sekitar sekolahnya. Seperti SDN Mojomulyo 02, ada sebelas siswa yang sudah mengambil berkas. “Ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi, seperti KK, sehingga panitia belum melakukan entry. Bahkan ada enam siswa dari sekolah swasta yang belum mengembalikan berkas,” jelasnya.

Dia berharap pada hari ketiga atau hari ini, banyak siswa yang mendaftar dan siswa yang sudah mengambil formulir bisa mengembalikan. “Sekolah sudah berupaya mendatangi beberapa sekolah yang tidak jauh dari lokasi sekolah,” imbuhnya.

Hal serupa juga dialami SMPN 5 Silo yang ada di Desa Sidomukti, Kecamatan Silo. Di sekolah yang gedungnya ambruk sekitar tiga tahun yang lalu itu, baru ada 3 siswa yang sudah mendaftar. Letak sekolah itu berada di wilayah pinggiran dan jauh dari permukiman warga. “Di sekitar hanya ada satu SDN,” kata Zaenuri, Kepala SMPN 5 Silo.

Sementara, di SMPN 2 Mumbulsari pada hari pertama kemarin, PPDB jalur zonasi belum ada yang mendaftar. Tetapi di hari kedua ini sudah ada 8 siswa yang mendaftar. Sedikitnya peminat yang daftar ke SMPN 2 Mumbulsari itu karena di sekitar ada sekolah swasta. “Sekolah swasta jauh hari sebelum PPDB ini sudah ada yang mulai mencari siswa. Bahkan sudah membawa seragam secara gratis,” kata Dudik Prasanto, Kepala SMPN 2 Mumbulsari.

Sementara itu, di SMPN 3 Bangsalsari pada hari kedua PPDB ada 5 siswa yang mendaftar. Sebelumnya sudah ada 33 siswa. Sehingga jumlah total di hari kedua ini ada 38 siswa yang sudah mendaftar. Pihaknya masih menunggu di hari ketiga, hari ini. “Masih ada siswa yang sudah mengambil formulir pendaftaran, tetapi belum mengembalikan,” kata Kepala SMPN 3 Bangsalsari Hermin Agustini.

Sekolah pinggiran yang menjadi favorit yakni terjadi di SMPN 1 Mumbulsari. Jumlah pendaftar sudah banyak. siswa yang mendaftar sudah melebihi pagu sekolah. Sehingga di hari ketiga PPDB jalur zonasi pihaknya akan mengarahkan untuk daftar ke sekolah negeri lainnya,” kata Kepala SMPN 1 Mumbulsari Susi Ariani.

Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 1 Balung. Jumlah pendaftarnya sudah melebihi pagu. Hingga hari kedua PPDB jalur zonasi, sejumlah pendaftar dari MI dan SD negeri terus berdatangan. “Tetapi peserta terus berdatangan, sehingga jumlah yang daftar sudah melebih pagu,” kata Kepala SMPN 1 Balung M Rohiem. Kelebihan itu nanti pastinya harus diarahkan ke sekolah lainnya.

Sementara, di SMPN 1 Ambulu, siswa yang sudah mendaftar juga sudah melebihi pagu. Dari 11 ruang kelas itu jumlah siswa yang sudah mendaftar lewat jalur prestasi dan afirmasi sudah banyak. Untuk jalur prestasi ada yang dari Jenggawah juga daftar. Ini ditambah lagi PPDB jalur zonasi di hari pertama dan kedua juga membeludak.

Zaeni, Kepala SMPN 1 Ambulu, mengatakan, dari 11 rombel hingga hari kedua lewat jalur zonasi jumlah pendaftar ada 566 siswa. Sedangkan pagu zonasi 352 siswa. “Berarti sudah melebihi dari jumlah pagu zonasi. Ini belum ditambah siswa yang mendaftar di hari ketiga,” jelasnya.

Pendaftar Sekolah Favorit Membeludak

Sementara itu, PPDB jalur zonasi di sejumlah sekolah yang ada di kota Jember membeludak. Para orang tua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya ke sekolah terdekat, kemarin.

Sulastri, salah satu wali calon murid yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Jember, mengaku mendaftarkan anaknya di hari kedua karena merasa rumahnya lebih dekat dengan sekolah. Dia percaya diri anaknya diterima di sekolah itu. “Rumah saya sangat dekat, jadi saya lebih memilih mendaftarkan anak saya di hari kedua atau ketiga. Kalau hari pertama saya malas berdesak-desakan ataupun antre,” ucapnya.

Pendaftar PPDB SMPN di sejumlah sekolah favorit pada hari kedua ini banyak yang sudah melebihi kuota yang telah ditentukan. Di SMPN 2 dan 4 jumlah pendaftar sebanyak 143 siswa, sedangkan di SMPN 6 pendaftar berjumlah 127 siswa dengan 7 rombel, dan SMPN 7 sebanyak 171 siswa dengan 10 rombel.

Kepala Bidang SMPN Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Hariyanto mengatakan, tahun ini PPDB SMPN memang lebih banyak daripada tahun kemarin. Hal itu karena para orang tua atau wali murid sudah tahu aturan PPDB. Sebelumnya, Dispendik Jember juga sudah menyosialisasikan PPDB di tiap sekolah atau instansi yang ada di Jember. “Sekarang siswa SDN yang lulus memang lebih banyak, yakni 26.040 siswa. Sangat berbanding terbalik dengan jumlah penerimaan jalur PPDB saat ini sebanyak 15.680 siswa,” bebernya.

Menurut Murtini, Kepala SMPN 7 Jember, panitia peserta PPDB yang ada di sekolah harus mengantisipasi adanya lonjakan pendaftar. Serta menyarankan siswa yang rumahnya jauh mendaftar di sekolah yang belum memenuhi pagu. Agar terjadi pemerataan, terutama di sekolah pinggiran. “Panitia juga sudah mengimbau kepada para peserta, terutama yang rumahnya jauh, untuk segera mendaftar di sekolah yang kurang pendaftar,” bebernya. (jum/mg4/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #PPDB