BACA JUGA : Sisi Lain Dunia Pendidikan di Jember, Dosen pun Open Order Skripsi & Tesis
Wakil Rektor (Warek) III Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember Syamsul Hadi menjelaskan, sisi negatif menggunakan joki skripsi adalah apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak memahami isi dari skripsi tersebut. "Salah satu sisi negatif jika mahasiswa yang bersangkutan tidak ikut melakukan penelitian," ujarnya.
Pihak kampus sudah melakukan beberapa upaya agar mahasiswa yang sudah fokus mengerjakan tugas akhir bisa menyelesaikan skripsinya dengan mandiri. "Kami selalu mengimbau agar mahasiswa bisa memahami skripsi secara keseluruhan dengan melakukan penelitian sendiri," ujarnya.
Tak hanya itu, mahasiswa juga dipantau saat melakukan penelitian di lapangan. Hal itu agar mahasiswa bisa serius dan tekun dalam membuat tugas akhir. Bahkan pembimbing juga sesekali melakukan monitoring kinerja mahasiswa yang tengah mengerjakan tugas akhir.
Pihaknya juga mempunyai aplikasi antiplagiarisme. Sehingga, apabila mahasiswa yang bersangkutan melakukan joki skripsi, bisa diketahui oleh pihak akademik. "Konsekuensi jika mahasiswa tidak memahami isi skripsi, maka akan melakukan ujian ulang. Sampai nantinya mahasiswa bisa paham isi skripsinya sendiri," terangnya.
Warek I Universitas Jember (Unej) Prof Slamin menjelaskan, komisi bimbingan selalu berhati-hati dalam menyetujui judul skripsi dari mahasiswa. Menurutnya, indikasi pertama adanya plagiarisme terlihat dari judul skripsi dari setiap mahasiswa. "Kami selalu berhati-hati dalam hal tugas akhir mahasiswa," ujarnya.
Selanjutnya, pihak akademik Unej juga akan menindak mahasiswa yang terbukti menggunakan joki skripsi. Hal itu akan terlihat bahwa mahasiswa tersebut tidak bisa menguasai skripsinya. "Jika memang ada dan terbukti, pasti akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku," pungkasnya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri