BACA JUGA : Sabtu Malam Presiden Jokowi Naik Andong Keliling Malioboro
Hal itu seperti yang diterangkan oleh Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Endang Sulistyowati. Menurut dia, program maupun pembelajaran penanaman pohon secara eksplisit tidak ada. Namun, masuk ke dalam bagian dari Sekolah Adiwiyata yang bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Kalau untuk program itu secara eksplisit tidak tertuang. Kalaupun ada biasanya dijalankan dengan bersinergi program DLH melalui Sekolah Adiwiyata dan dibantu Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Jember," jelasnya.
Pejabat Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) di SD, Dwi Astuti, menambahkan, Sekolah Adiwiyata memiliki tanggung jawab peduli terhadap lingkungan hidup, terutama di area sekolahnya. Salah satunya berkaitan dengan kewajiban penanaman pohon tersebut.
Meski begitu, sekolah-sekolah di Jember yang telah memiliki SK Bupati terkait penetapan Sekolah Adiwiyata baru segelintir saja. Yakni baru terdapat 8 dari 1.046 lembaga pendidikan SD di Jember. "Banyak sekolah yang belum mampu dengan syarat-syarat yang berat. Seperti harus memiliki lahan yang luas untuk ditanami pohon-pohon dan tanaman. Sedangkan sekolah-sekolah, terutama di kota, lahannya terbatas," urainya.
Berkaitan dengan penanaman pohon, lanjutnya, untuk saat ini memang tidak memiliki program khusus yang mengharuskan setiap sekolah melakukannya. Melainkan diserahkan sepenuhnya, menyesuaikan kemampuan dari sekolah tersebut. Terlebih saat ini hampir setiap SD di Jember telah menjalankan Kurikulum Merdeka yang memberi kebebasan sekolah.
"Karena kami fokusnya saat ini pada pembentukan karakter. Belum ke arah kepedulian lingkungan siswa. Namun, bukan berarti tidak, karena ada Kurikulum Merdeka yang bisa membuat sekolah mengaplikasikan peduli lingkungan tersebut," jelasnya.
Sementara itu, kondisi serupa tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di tingkat SMP. Kabid Pembinaan SMP Hariyanto menyampaikan, saat ini tidak ada pembelajaran penanaman pohon. "Program penanaman pohon atau pembelajaran tersebut secara khusus tidak ada," tuturnya. (ben/c2/nur)
Editor : Safitri