BACA JUGA : Waspada Gelombang Pantai di Jember Bisa 4 Meter
Dia mengaku, tempat ibadah sebagai lokasi mendidik karakter siswa tidak dimiliki. “Kami setiap hari secara bergantian ada salat Duha,” paparnya.
Karena tidak memiliki musala, pihaknya memaksimalkan fungsi perpustakaan. Pelajar SDN Karangrejo 3 tersebut salat berjamaah di pada waktu istirahat. Sehingga, mengganggu anak yang memiliki minat membaca, terutama saat jam istirahat.
Selain itu, kata dia, ruang UKS juga tidak dimiliki. “UKS tidak ada, hanya ada kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan, Red) dan itu diletakkan di perpustakaan,” ucapnya.
Ni’matul Khoiroh menambahkan, pihaknya juga melakukan perubahan fungsi ruangan. Contohnya, ruang kepala sekolah dijadikan ruang guru. Sedangkan ruang guru dipakai untuk lab komputer. “Jadi, ruang kepala sekolah jadi satu dengan ruang guru,” tuturnya.
Dia mengaku pernah melakukan pengajuan pembangunan musala yang berada di lahan kosong samping toilet. Namun pengajuannya belum disetujui oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. “Dispendik memberikan bantuan meja belajar siswa,” pungkasnya. (fik/c2/dwi)
Editor : Safitri