BACA JUGA : Periksa Kesehatan Calon Pengantin untuk Cegah dan Tekan Angka Stunting
Siti Rofiqoh, wali murid siswa TK AL Amin Mumbulsari, menjelaskan, pasti ada penyebab di balik kebiasaan anak yang bermalas-malasan ketika diminta untuk belajar atau mengerjakan PR. Nah, mengenali penyebab anak malas belajar merupakan langkah pertama yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasi kondisi tersebut. "Paling umum itu mereka suka main ponsel," paparnya.
Sebelum menyuruh anak untuk belajar atau mendaftarkan anak ke tempat les, orang tua harus membuka ruang komunikasi dengan anak lebih dulu. Tujuannya adalah agar orang tua paham betul apa yang membuat anak malas belajar. Beri anak kesempatan untuk menceritakan apa yang ia rasakan terhadap proses belajar.
Kemudian, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang suka belajar dengan cara membaca, ada yang lebih suka mendengarkan, dan ada pula anak yang lebih suka belajar melalui praktik. Dengan mengenali gaya belajar anak, orang tua akan lebih mudah memodifikasi materi dan sistem belajar agar sesuai dengan kebutuhan anak. "Mengenali potensi anak itu penting," jelasnya.
Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari tekanan untuk selalu berprestasi. Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa menunjukkan ekspresi kekecewaan ketika nilai ujian anak tidak memuaskan merupakan hal yang menyakitkan bagi anak. Mereka akan menganggap dirinya tidak mampu, sehingga tidak menghargai usahanya sendiri. "Hal seperti dapat membuat mental anak rawan terganggu," terangnya.
Orang tua perlu memberi penghargaan saat anak menunjukkan ketertarikan dan kemajuan dalam proses belajar, sekecil apa pun itu. Penghargaan terhadap proses belajar, bukan pada hasil, dapat membangun iklim belajar yang menyenangkan bagi anak.
Hal yang tak kalah penting yakni, dalam proses belajar, anak membutuhkan teladan dari orang tuanya. Oleh karena itu, saat memasuki waktu belajar, orang tua perlu membangun iklim belajar di dalam rumah. Orang tua dapat mendampingi anak belajar atau berada di dekatnya sambil membaca buku dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kantor. "Orang tua adalah gambaran utama untuk dijadikan teladan," ungkapnya. (mg5/c2/nur) Editor : Safitri