BACA JUGA : Pertama Kali Jadi Sutradara, Dwi Sasono Garap Film Rumah Kaliurang
Sebelumnya, pasca ambruknya ruang kelas IV dan kantin SDN Gugut 02 sudah dilakukan kerja bakti yang melibatkan muspika serta tim Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember serta Satpol PP Kecamatan. Tetapi, masih ada bangunan tembok yang berdiri,
“Untuk itu pihak sekolah bersama wali murid kompak melakukan pembongkaran tembok yang masih utuh,” kata Sucipto, kepala sekolah SDN Gugut 02.
Lebih lanjut, menurut dia, ada sekitar 20 wali murid yang gotong royong membongkar ruang-ruang sekolah tersebut. Dengan alat seadanya, mereka mulai merobohkan tembok agar rata dengan tanah.
“Tembok yang masih berdiri akhirnya berhasil dirobohkan dengan menggunakan alat manual. Seluruh tembok berhasil dirobohkan dan bekas material juga langsung dibuang,” imbuh Sucipto.
Dia menambahkan, tembok kelas yang berdiri cukup membahayakan siswanya. Sebab, tembok paling belakang berhadapan langsung dengan teras ruang kelas V. Serta tembok di sisi utara, sering dilewati lalu lalang siswa. “Sehingga dengan terpaksa seluruh tembok itu kita robohkan,” jelasnya.
Sebab, yang dikhawatirkan, bila tembok itu masih tetap kokoh berdiri, bisa runtuh sewaktu-waktu. Sucipto menyebut, pihak sekolah merasa tenang dan aman bila sisi-sisi tembok sudah roboh. “Hanya saja ruang kelas yang terdampak dengan ambruknya ruang kelas itu tetap menempati ruang darurat yakni ruang perpustakaan dan ruang UKS,” pungkasnya.
Di sisi lain, pantauan Jawa Pos Radar Jember untuk merobohkan tembok yang masih berdiri tersebut harus ekstra hati-hati. Sebab, tembok bagian utara kantin itu struktur konstruksi batu batanya cukup tebal. (jum/c1/bud) Editor : Safitri