BACA JUGA : Pengumuman 10 Besar Tingkat Kecamatan Lomba Mewarnai Bersama Keluarga
Padahal dunia anak-anak dan remaja memiliki karakteristik yang unik, yakni mencontoh. Menurut dosen psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ria Wiyafti Linsiya, tontonan yang ada di sekitar lingkungan mereka akan berpengaruh terhadap perilaku mereka. “Mereka akan mencontoh dan merekam tontonan yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.
Termasuk video-video dewasa yang secara tidak sengaja dipertontonkan. Kategori anak-anak dan remaja berada pada fase di mana mereka akan merekam segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan. Ketika telah direkam, mereka akan mencontohkan dan mempraktikkan hal tersebut sebagai sebuah perilaku. “Jika tontonannya buruk, maka itu akan membuat perilaku menyimpang bagi anak dan remaja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Di dalam diri anak dan remaja ada keinginan sesuatu yang besar dan ingin mencoba. Hal-hal begitu perlu diwaspadai. Perlu disaring dan diawasi apa saja tontonan yang perlu diberikan atau tidak. Agar mereka tidak serta merta ingin mencontoh. “Ini suatu kewaspadaan,” tegasnya.
Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh pada anak dan remaja dalam menonton dan mencontoh tontonan dewasa lihat. Faktor lingkungan, faktor yang sangat berpengaruh. Ria menyarankan, jika orang tua sedang menonton tontonan dewasa, sebaiknya menghindar dari anak.
Kedua, yakni faktor teman sebaya, ini juga sesuatu yang sangat sulit untuk dikendalikan. Sebab, ajakan teman biasanya sangat memengaruhi anak untuk melihat dan juga melakukan apa yang ditontonnya. “Hal ini dapat memicu anak melakukan adegan dewasa yang ada di film yang ditonton,” ungkapnya.
Faktor yang ketiga yakni adanya faktor teknologi. Dengan teknologi, banyak hal yang seharusnya dibatasi, seperti film dewasa. Tapi, anak-anak sudah bisa mengakses dengan mudah. “Seharusnya mereka tidak menonton apa yang sebenarnya bukan untuk dia,” jelasnya.
Menurutnya, jika anak-anak sudah terbiasa menonton tontonan dewasa, mereka akan mencoba dan melakukan perilaku itu bahkan mungkin bisa jadi mereka kecanduan. Kecanduan ingin menonton terus, merasa ada kepuasan tersendiri.
Biasanya hasrat-hasrat dalam diri sudah berkembang, jadi mereka sudah bisa merasakan bahwa film itu menyenangkan dan bisa meningkatkan daya gairah dia. “Kalaupun sudah terbiasa melakukan hal itu, akan sangat bahaya dan akan menyebabkan perilaku menyimpang dan kecanduan tadi,” jelas Ria. (mg3/c2/bud) Editor : Safitri