Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siswa SD Fasih Berbahasa Asing, Senin sampai Kamis Wajib Arab-Inggris

Safitri • Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:21 WIB
KOMPAK: Siswa SD Islam Ar-Risalah belajar bahasa Arab di halaman sekolahnya.
KOMPAK: Siswa SD Islam Ar-Risalah belajar bahasa Arab di halaman sekolahnya.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pagi itu, di sekolah yang berada di seberang rel kereta api itu tampak banyak anak yang berbaris. Para siswa itu berkumpul membentuk lingkaran. Dari lingkaran tersebut, beberapa murid lantang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gurunya.

BACA JUGA : Materi tentang Kebencanaan Sangat Penting Diajarkan Sejak Dini

Pertanyaan dan jawaban yang muncul juga bukan menggunakan bahasa Indonesia. Tetapi, tanya jawab antara guru dan siswa tersebut menggunakan bahasa Arab. Sesekali siswa tertawa, tetapi tetap semangat belajar.

Ketika ditunjuk satu per satu oleh gurunya, siswa pun harus menjawabnya. Baik pertanyaan seputar pengalaman, pekerjaan orang tua, maupun nama-nama hewan. Para siswa terlihat tidak memerlukan waktu lama untuk menjawab pertanyaan guru dengan bahasa Arab.

Harun Al Rosid, guru di SD Islam Ar-Risalah, Kecamatan Rambipuji, menjelaskan, para siswa juga berbicara antartemannya. Mereka bercengkerama menggunakan salah satu bahasa yang banyak digunakan di Timur Tengah itu.

Seperti dua siswa yang sedang berbicara sembari melatih kemampuan bahasa Arab-nya. Salah satu siswa menanyakan nama, asal, hingga berbicara mengenai tugas sekolah. Siswa lainnya pun cepat menjawab pertanyaan salah temannya itu.

Pelajaran bahasa asing memang diwajibkan di setiap sekolah. Namun, sistem belajar mengajarnya kebanyakan berupa teori di kelas. Hal itu yang membuat siswa menjadi kurang tertarik untuk menguasainya. Namun, teknik berbeda diterapkan di sekolah ini. Mata pelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi program unggulan yang disenangi oleh siswanya. “Materinya lebih banyak di luar kelas seperti ini,” kata Harun.

Menurutnya, penerapan bahasa Arab dan Inggris dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis. Semua siswa kelas 5 dan 6 wajib menggunakan bahasa asing tersebut. Sekali pun siswa belum bisa, namun harus dimulai dengan berlatih dan diberi tahu oleh gurunya.

Dikatakan, model pengajaran dengan pembiasaan sehari-hari membuat para siswa lebih mudah mencerna bahasa asing itu. “Jika memerlukan papan untuk teorinya, baru di kelas. Kegiatan kelas bahasa asing tidak hanya diisi materi saja, tapi diselingi bermain, bernyanyi, sehingga mereka merasa fun,” ungkap Harun.

Program bahasa asing itu diberikan kepada siswa dengan jadwal mulai hari Senin hingga Kamis. Pada hari tersebut, di pagi hari pukul 06.10 sampai pukul 06.50 siswa wajib menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam percakapan. Baik dengan guru maupun dengan sesama temannya.

“Tentunya ada hal baik dan sangat berguna dengan program bahasa asing ini untuk mereka (siswa, Red). Nantinya ketika mereka telah terbiasa berbicara bahasa asing akan menjadi lebih fasih,” paparnya.

Seperti diketahui, belajar bahasa asing memerlukan pembiasaan untuk menguasainya. Dengan begitu, siswa lebih memahami materi-materi yang diajarkan, karena langsung praktik.

Selain itu, di sekolah ini juga ada kegiatan Muhadarah. Ini merupakan tempat bagi siswa untuk mengasah bahasa asing yang dipelajari. Yakni mempertontonkan kemampuannya di depan guru dan teman-temannya. Mulai dari menjadi master of ceremony (MC), berpidato, berpuisi, hingga bernyanyi dalam bahasa Arab atau Inggris. Tak mengherankan jika kegiatan Muhadarah yang dilaksanakan setiap hari Sabtu itu sering kali ditunggu-tunggu oleh para siswa. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #bahasa