BACA JUGA : Siswa SDN Gelang 07 Jember Gotong Royong Selamatkan Buku dan Bangku
Staf bagian Administrasi dan TU Perpustakaan UIN Jember, Riska Rif'atin Farahnas, menjelaskan, ada berbagai faktor yang menyebabkan manusia malas membaca buku. Seperti sibuk bermain game, menonton film, dan rekreasi yang berlebihan. "Hal itu dapat menyebabkan manusia terlena dan malas untuk membaca buku," jelasnya.
Untuk dapat menambah minat baca, perlu adanya saran serta solusi yang harus diperhatikan. Sebab, jika dibiarkan, maka penyakit malas membaca akan mengakar dan mengakibatkan degradasi pola pikir.
Riska melanjutkan, ada beberapa cara untuk mengatasi penyakit malas membaca buku. Untuk tahap pertama bagi seseorang yang hendak membaca, diawali dengan niat yang kuat. "Motivasi juga berpengaruh," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Selanjutnya, untuk memulai latihan agar giat membaca buku, pembaca harus disuguhi tema bacaan yang disukai. Hal itu agar pembaca tertarik dan tidak bosan ketika diberikan berbagai buku bacaan. "Biasanya pembaca akan penasaran jika disuguhi buku yang disukai," ujarnya.
Kemudian, ada jadwal dan waktu. Bagi pembaca yang ingin menghilangkan rasa malas membaca, harus mempunyai jadwal dan momen yang tepat dalam membaca buku. Setidaknya bisa menyisihkan waktu minimal 10 menit dalam sehari untuk membaca.
Riska melanjutkan, ketika sudah mulai terbiasa dengan berbagai buku bacaan, akan lebih bagus jika pembaca mempunyai target dan capaian dalam membaca buku. Baik dalam waktu per minggu, bulan, atau bahkan tahun. "Agar lebih tertantang dan fokus," jelasnya.
Ketika sudah mulai menyukai dengan berbagai macam buku bacaan, maka langkah yang diambil adalah meminta rekomendasi tema bacaan kepada teman, guru, dosen atau bahkan pengurus perpustakaan. (mg5/c2/nur) Editor : Safitri