BACA JUGA : Tarik Biaya Swalikan, Kasus Pungli PTSL yang Menjerat Kades Kepanjen
Di mata publik, santri dan madrasah diniyah kerap dipandang sebelah mata. Skill mereka seolah dibatasi hanya menguasai ilmu agama. Namun, hal itu tidak membendung semangat mereka untuk mengembangkan talenta nonakademis seperti olahraga dan seni. Meskipun tidak ada bidang yang memfasilitasi potensi tersebut di lembaganya. Mereka membuktikan, melalui Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) Jember, sebanyak lima santri madrasah diniyah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara pada ajang Porsadin tingkat Jatim.
Ketua FKDT Jember Yusfi Hadi mengatakan, sebanyak 37 santri melalui seleksi kecamatan dan didelegasikan untuk mengikuti ajang Porsadin tingkat Jatim. Lomba yang diikuti sebanyak 16 cabang. Alhasil, puluhan santri itu memborong juara sebanyak 11 cabang lomba. Di antaranya lima medali emas, satu juara tiga, dan sisanya juara harapan. "Dengan capaian itu, Jember terpilih sebagai juara umum. Peraih lima medali emas itu akan bertanding di Porsadin tingkat nasional, tahun ini," katanya.
Lima santri tersebut berasal dari beberapa madrasah diniyah di Jember. Di antaranya juara 1 musabaqah tilawatil Quran (MTQ), Iskandar Dzulqornain, dari Madin Al Azhar Kecamatan Ledokombo. Lalu, juara 1 tenis meja single putra, Doni Ahmad Denizad Sudirto, dari Raudhatul Islam Kecamatan Umbulsari. Ada juga juara 1 tenis meja single putri, Diska Anindia Susanto Putri, dari Raudhatul Islam. Kemudian, juara 1 tenis meja ganda putra, Galang Sapta Ramadhan dan Zidan Adabi, dari Raudhatul Islam dan Baitur Rhido yang juga berada di Kecamatan Umbulsari. Berikutnya, juara 1 tenis meja ganda putri, Asyifakusuma Putri dan Siti Halimatus Saqdiyah, dari Raudhatul Islam.
Sekretaris FKDT Jember Ahmad Hudory menambahkan, keinginan serta bakat mereka yang mengantarkan kepada capaian prestasi tersebut. Padahal, saat proses seleksi hingga pelaksanaan lomba, tidak ada akomodasi khusus bagi mereka. Meski demikian, prestasi mereka tetap mengatasnamakan Jember. "Sejatinya di luar dugaan, mereka bisa meraih juara umum. Karena memang tidak ada fasilitas untuk pembinaan olahraga di kalangan madrasah diniyah," tambahnya.
Pihaknya berharap pemerintah terkait memberikan dukungan yang maksimal pada ajang Porsadin tingkat nasional nantinya. Sebab, pertandingan mereka akan lebih sengit lagi. "Kami berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas kepada para santri ini. Seperti pelatihan khusus dan akomodasi selama perlombaan nantinya," terangnya.
Mengetahui hal itu, Kepala Kemenag Jember Muhammad tengah upaya berkoordinasi dengan dinas di lingkungan Pemkab Jember untuk pembinaan lima santri yang akan berlaga di Porsadin tingkat nasional tersebut. "Kami akan coba untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan Bupati Jember untuk mendapatkan fasilitas. Bahkan kami usulkan agar lima santri itu bisa masuk klub dulu. Agar latihannya maksimal," jawabnya.
Sementara itu, Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember Murdiyanto menjelaskan bahwa pemberian dukungan itu lebih banyak diperankan oleh Kemenag Jember. “Itu leading sector-nya Kemenag, dan kemarin sepertinya sudah dilepas oleh Bupati Jember,” pungkasnya. (mun/c2/dwi) Editor : Safitri