Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keluarga Tak Mampu, Ahmad Hanya Ingin NIK Kembali & Kuliah dengan Beasiswa

Safitri • Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:32 WIB
KORBAN PEMALSUAN DATA: Ahmad sampai saat ini tidak bisa mendaftar kuliah karena NIK miliknya dipakai oleh seorang perempuan.
KORBAN PEMALSUAN DATA: Ahmad sampai saat ini tidak bisa mendaftar kuliah karena NIK miliknya dipakai oleh seorang perempuan.
KALIWATES, Radar Jember – Pencarian keadilan atas nomor induk kependudukan (NIK) milik Ahmad Sam’ani terus berlanjut. Pemuda asal Sukorambi, yang gagal kuliah dengan beasiswa selama dua tahun karena NIK-nya dipakai itu, diketahui memang masuk dalam kategori keluarga miskin (KM) dan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA : Penerima Ganda Hingga Pemalsu NIK, Beasiswa Pemkab Jember Harus Selektif

Pengecekan kondisi keluarga Ahmad dilakukan Dinas Sosial (Dinsos), kemarin (30/8). Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukorambi mendatangi kediaman Ahmad di Desa/Kecamatan Sukorambi. “Petugas dari Dinsos datang ke rumah, tapi saya waktu itu masih kerja. Petugas Dinsos meminta fotokopi KK dan KTP,” ungkap Ahmad kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Lukman mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan NIK Ahmad Sam’ani, apakah masuk kategori keluarga tidak mampu dan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Dia menjelaskan, saat ini bantuan sosial dari pemerintah by name by address. Karenanya, lewat NIK bisa diketahui pernah mendapatkan bantuan atau tidak. Hasilnya, Ahmad Sam’ani adalah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, anggota Bidang Penanganan Fakir Miskin, Lansia, dan Korban Bencana Dinsos Jember, Muhammad Rizqi, menambahkan, penelusuran NIK pemuda yang gagal mendapatkan beasiswa kuliah itu juga guna menelusuri apakah NIK yang bersangkutan disalahgunakan untuk memperoleh bantuan sosial atau tidak. “Kami bantu melakukan pengecekan data dari keluarga yang NIK-nya disalahgunakan orang lain. Setelah kami cek, ternyata memang korban (Ahmad Sam’ani, Red) ini penerima bantuan,” tuturnya.

Setelah ditelusuri lebih jauh, dirinya mengatakan bahwa korban merupakan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Benar bahwa yang bersangkutan masuk ke dalam kategori keluarga miskin (KM). “Dalam hal ini setiap keluarga penerima PKH itu sudah tentu akan mendapatkan bantuan kesehatan dan pendidikan. Seperti beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP),” ungkapnya.

Sementara itu, Rizqi juga mengecek pelaku pemakai NIK milik Ahmad Sam’ani yang berinisial A. Diketahui bahwa A bukan termasuk penerima program bantuan sosial PKH seperti Ahmad Sam’ani. Namun, A hanya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Hanya dapat KIS saja,” terangnya.

Sementara itu, Azizah, keluarga Ahmad Sam’ani, mengakui bahwa Ahmad memang masuk PKH dan pernah mendapatkan bantuan saat duduk di bangku kelas 3 SMK. “Terakhir dan pertama itu saat kelas 3 SMK,” ungkapnya.

Bantuan sosial lainnya juga pernah didapat, yaitu bantuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Sebelum bapaknya meninggal dunia, dapat bantuan UMKM, karena bapaknya penjual cilok,” terangnya.

Azizah mengaku, saat ini mulai ada pihak-pihak yang peduli dan mau membantu. “Tadi (kemarin, Red) ada orang Dinsos datang. Selain itu, juga dihubungi oleh dua pengacara yang bersedia membantu,” ucapnya.

Dua pengacara tersebut berasal dari Surabaya dan Jember. Azizah menegaskan, sejatinya tidak ingin kasus yang menimpa sepupunya itu sampai panjang dan berbuntut persoalan hukum. “Kami keluarga tidak ingin mempersoalkan hukum ke pemakai NIK. Karena saya tahu orang yang memakai NIK Ahmad juga adalah orang biasa, bukan orang kaya atau anak pejabat. Sama-sama butuh kuliah juga. Kami hanya butuh NIK kembali ke Ahmad, agar bisa kuliah dengan beasiswa,” tegasnya.

Azizah mengungkapkan, dirinya juga kerap dipimpong oleh pihak kampus dan tidak ada solusi penyelesainnya. Baik ke kampus tempat Ahmad mendaftar kuliah maupun kampus si pemakai NIK tersebut. “Bahkan, untuk menemukan anak pemakai NIK Ahmad saja mencari sendiri. Ternyata tetangga desa di Kecamatan Sukorambi,” pungkas perempuan alumnus Universitas Jember (Unej) itu. (mg2/mg3/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #Beasiswa #NIK