Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peraih Medali Emas Tidak Naik Kelas

Safitri • Jumat, 1 Juli 2022 | 17:36 WIB
TERKEJUT: Siswa SMAN 2 Jember sekaligus atlet drum band Jember, Muhammad Ihsan Maulana, bersama ibunya melihat rapor setelah menerima medali emas di Alun-Alun Jember, kemarin.   
TERKEJUT: Siswa SMAN 2 Jember sekaligus atlet drum band Jember, Muhammad Ihsan Maulana, bersama ibunya melihat rapor setelah menerima medali emas di Alun-Alun Jember, kemarin.  
JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pagi itu merupakan hari yang membanggakan bagi atlet drum band Jember. Namun, hari yang bahagia itu justru membuat hati Muhammad Ihsan Maulana seperti mendidih. Di satu sisi bersiap menerima pengalungan medali emas, di sisi lain dia gemetar karena rapor merah menunjukkan dirinya tidak naik kelas.

BACA JUGA : Antusiasme Peternak Tinggi, 300 Dosis Vaksin Sapi Ludes Dua Hari

Ihsan yang merupakan siswa SMAN 2 Jember datang ke Alun-Alun Jember bersama tim drum band. Sementara itu, sang ibu, Fitriah Dasianah Fatmawati, mengambil rapor milik putranya ke sekolah. Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini pun seperti tak percaya begitu mengetahui anaknya tidak naik kelas. Dia sempat protes, namun usaha itu tak membuahkan hasil.

Tak lama setelah di sekolah, Fatma kemudian datang ke alun-alun. Dia mencari Ihsan, buah hatinya. Saat itu, Fatma gemetar memberikan rapor kepada anaknya. Dia tahu, sebelum Ihsan membuka nilai yang menyatakan dirinya tidak naik kelas.

Di tengah suasana hati yang keruh, Ihsan seperti tak percaya. Hari yang membahagiakan bagi seluruh tim drum band Jember juga membahagiakannya. Akan tetapi, raut wajahnya tak bisa lepas dari rapor yang baru saja dia lihat.

Fatma mengaku, dirinya di sekolah hanya bertemu dengan wali kelas, guru BK, serta guru yang membidangi kurikulum. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan. Dia pun pasrah atas apa yang dialami putranya. Ihsan yang selama ini giat berlatih bersama tim drum band ternyata tidak dihargai di sekolahnya. Lantas, apa gunanya ikut ajang perlombaan sekelas Porprov, jika harus mempertaruhkan pendidikan?

Siswa SMAN 2 Jember yang mengetahui dirinya tidak naik kelas itu mengaku tidak habis pikir. Remaja yang mengenakan kalung medali emas ini pun mengaku menyadari selama ini jarang masuk sekolah. Itu pun karena ikut berlatih pada pelaksanaan Porprov. Karena jarang masuk, otomatis jarang mengikuti mata pelajaran selama beberapa bulan terakhir. Prestasi bersama tim drum band Jember seakan tak ada artinya. Hal ini yang mungkin kurang dipahami oleh pihak sekolah atau justru sebaliknya.

“Ada beberapa guru yang tidak memberikan nilai kepada saya, karena beberapa kali tidak mengikuti mata pelajarannya. Itu saat saya lagi persiapan lomba,” kata Ihsan kepada Jawa Pos Radar Jember di alun-alun.

Ihsan tidak mengetahui keputusan pihak SMAN 2 Jember tersebut. Apalagi, event Porprov juga diketahui oleh khalayak umum. “Siapa yang mau jadi juara jika sampai mengorbankan pendidikannya?” ucapnya. Seharusnya, tahun ini dia naik ke kelas XII SMAN 2 Jember. Namun, dengan rapor yang buruk, dia dinyatakan tetap di kelasnya. Di sisi lain, dirinya sudah melayangkan surat dispensasi ke sekolahnya karena mengikuti latihan-latihan untuk menghadapi Porprov.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Plt Kepala SMAN 2 Jember Muhammad Edy Suyanto membenarkan tidak naiknya Ihsan. Hal itu, menurutnya, telah diputuskan jauh hari sebelum pelaksanaan Porprov. “Iya, tapi dari pihak kami telah memutuskan itu jauh hari sebelum Porprov ini, karena anaknya memang jarang masuk,” akunya.

Dikatakan, pihak sekolah akan mempertimbangkan lagi untuk menarik keputusannya, setelah mendengar anak asuhnya, Ihsan, meraih medali emas Porprov Jatim. “Karena mendapat medali, kami akan mencoba untuk mempertimbangkan kembali dengan keluarganya. Soalnya dia telah mengharumkan nama Jember,” imbuh Kepala SMAN 2 Jember. Apabila keputusan sekolah berubah karena hanya medali emas, bagaimana dengan atlet yang jarang masuk sekolah karena latihan dan kalah tanding?

Terpisah, Kepala Cabang Pendidikan Jember-Lumajang Mahrus Syamsul turut menyayangkan keputusan yang diambil SMAN 2 Jember. Pihaknya menyarankan untuk mempertimbangkan remaja peraih medali emas tersebut. “Kami sudah menyarankan untuk dipertimbangkan lagi, kemungkinan akan segera diselesaikan,” tuturnya. (mun/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Drumband #Porprov