BACA JUGA : Pemkab Aktif Sosialisasikan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geoparks
Anggota polisi dan kini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Jogjakarta itu telah mengentas anak putus sekolah dan bisa sekolah kembali. Bahkan ada diantara mereka sudah sukses sebagai sarjana, tentu hal ini sangat membanggakan dan patut dijadikan contoh.
Sosok Gangsal Wirajati tampak gagah memakai seragam polisi, lengkap disertai topi dan bet lengan berwarna kuning. Sebagai seorang Bhabinkamtibmas sudah pasti polisi berbadan agak tambun itu harus bisa membaur bersama warga. Hal itu pula mendorong dia itu untuk melakukan tugas mulia menyekolahkan anak putus sekolah.
Gangsal menceritakan, melalui salah satu tugas pokoknya sebagai Bhabinkamtibmas yakni sambang warga ia banyak melihat anak-anak tidak bisa melanjutkan sekolah. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari faktor ekonomi karena orang tua anak tidak memiliki biaya untuk sekolah sampai ada anak yang tidak bersekolah karena kenakalannya sendiri.
Upaya menyekolahkan anak-anak yang putus sekolah pun diwujudkan oleh Gangsal, melalui cara membentuk komunikasi antara sekolah pondok pesantren serta pemangku kepentingan di wilayah tempat anak-anak putus sekolah itu tinggal. Tak jarang, bahkan ia juga merogoh koceknya sendiri agar anak tersebut bisa sekolah.
“Banyak dari mereka (pihak sekolah dan universitas) yang mempersilahkan saya untuk membawa anak yang putus ke SMP, SMA, pesantren bahkan sampai universitas secara gratis. Tanpa dipungut biaya apapun. Sekarang anak-anak itu ada yang bekerja di bengkel, bahkan ada yang bekerja di perusahaan dengan bayaran tinggi sehingga mereka bisa mandiri.” ujar Gangsal gembira.
Hingga 2022 ini terdapat 20-an anak putus sekolah yang sudah kembali disekolahkan oleh Gangsal. Tiga anak diantaranya bahkan ada yang sampai melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan kini sudah bekerja. Anak-anak yang disekolahkan kembali oleh anggota polisi itu, bahkan tidak terbatas dari wilayah Bantul saja namun juga dari Wonosari serta kabupaten lain.
Dikatakan Gangsal, tugas mulianya tersebut juga tidak terlepas dari bagaimana orang tuanya mendidiknya. Sebagai anak terakhir di keluarganya, anggota polisi itu mengaku banyak diberi wejangan serta didikan supaya jangan berhenti memberi bantuan orang yang tengah dalam kesulitan. (*)
Editor: Winardyasto
Foto:Dokumentasi : Aipda Gangsal Wirajati
Sumber Berita: Jawa Pos Radar Jogja Editor : Safitri