Selama ini, pelajar di tingkat SMA dan SMK cuma diperbolehkan mengikuti PTM selama dua kali seminggu. Selain itu, durasi waktunya juga dibatasi tidak lebih dari dua jam. Ketika PTM terbatas itu berlangsung, dalam satu kali pertemuan siswa diberi kesempatan belajar empat mata pelajaran. Masing-masing pelajaran diberi batasan waktu maksimal 30 menit.
Kepala Dispendik Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengakui, selama ini PTM memang belum optimal meski sehari ada empat mata pelajaran. Itu karena setiap mata pelajaran waktunya sangat terbatas. Kurang dari satu jam. “Kami mengusahakan agar PTM bisa lebih baik. Tidak lagi dua jam dan dua kali dalam seminggu,” ucapnya.
Tonton Videonya : [Klik Disini]
Hal itu disampaikan Wahid saat berkunjung ke di SMAN 2 Jember, baru-baru ini. Menurutnya, selama ini cukup banyak orang tua yang mengeluh tentang keberlangsungan PTM terbatas itu. Sebab, kesempatan guru untuk menerangkan pelajaran di kelas sangat terbatas. Wahid juga mengakui, rencana penambahan jam PTM merupakan desakan dari orang tua.
Untuk mendukung hal tersebut, Wahid menuturkan, Provinsi Jawa Timur menggencarkan vaksinasi kepada pelajar SMA dan SMK. Kalau program vaksinasi ini berjalan lancar, kata dia, tidak menutup kemungkinan PTM terbatas tidak lagi berlangsung seperti sekarang ini. “Jumlah murid SMA dan SMK di Jawa Timur tidak sedikit. Jumlah mereka mencapai 1,3 juta,” pungkasnya.
Vaksinasi terhadap pelajar jenjang SMA itu dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Setelah menyasar SMKN 5 Jember, belum lama ini diperuntukkan bagi pelajar SMAN 2 dan SMAN 4. Vaksinasi masal bagi kedua sekolah itu dipusatkan di SMAN 2 Jember di Jalan Jawa, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Tercatat, ada 700 pelajar dari dua sekolah yang menjalani vaksinasi Sinovac tahap pertama.
Dalam vaksinasi gratis tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menurunkan dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Gladak Pakem. “Bantuan vaksinasi ini merupakan program percepatan Provinsi Jawa Timur untuk melindungi pelajar dari kemungkinan terpapar Covid-19. Apalagi sebagian besar dari mereka belum pernah divaksin,” terang Mohammad Edy Suyanto, Plt Kepala SMAN 2 yang sekaligus merangkap Kepala SMAN 4 itu.
Nur Efendi, orang tua murid yang sedang mengantarkan anaknya mengikuti vaksinasi, menilai, langkah menggelontor vaksin ke sekolah itu cukup tepat. Sebab, situasi saat ini, Jember masih berada di level tiga PPKM. Artinya, belum aman dari ancaman virus. “Virus tidak memandang umur karena semua berpotensi tertular, termasuk pelajar. Karena itu, sebagai orang tua kami berharap ketika program percepatan vaksinasi ini sukses, maka pembelajaran di sekolah bisa kembali normal,” tutur Efendi.
Reporter : Winardyasto
Fotografer : Winardyasto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona