Sudah Mulai Terlihat Hilal PTM, Kampus Masih Ragu Karena Ini

Ivona • Dipublikasikan Jumat, 27 Agustus 2021 | 20:44 WIB
SEPI: Aktivitas di depan kantor Rektorat Unej masih lengang, kemarin. Aktivitas pembelajaran masih berlangsung daring, dan pegawai yang bekerja di kantor hanya 25 persen dari jumlah keseluruhan.
SEPI: Aktivitas di depan kantor Rektorat Unej masih lengang, kemarin. Aktivitas pembelajaran masih berlangsung daring, dan pegawai yang bekerja di kantor hanya 25 persen dari jumlah keseluruhan.
TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Grafik penularan Covid-19 di Jember terus menurun. Dari 31 kecamatan, hanya tiga daerah yang masih zona merah. Sedangkan sisanya berada di zona oranye. Bahkan, status Jember juga telah turun, dari level empat menjadi level tiga. Ini artinya, sektor pendidikan sebenarnya sudah bisa memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kendati demikian, pihak perguruan tinggi masih berpikir ulang untuk melaksanakannya. Sebab, menghindari munculnya klaster baru di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengungkapkan, untuk memutuskan apakah akan melakukan PTM atau tidak, perlu pertimbangan yang matang. Sebab, hanya sebagian kecil mahasiswa Unej yang berdomisili di Jember. Mayoritas atau sekitar 70 persen dari 36.500 mahasiswa berasal dari luar Jember.

Ia mengaku, Unej tidak ingin memicu timbulnya transmisi baru penularan Covid-19. Namun demikian, kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara daring, seperti praktikum, riset, dan profesi kesehatan, tetap dijalankan secara luring dengan protokol kesehatan ketat. “Sehingga, kegiatan pembelajaran dan praktikum dapat tetap berjalan secara maksimal,” kata Iwan Taruna, kemarin (26/8).

Selain itu, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga saat ini juga belum memberikan lampu hijau bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk PTM. Hal ini pula yang menjadi alasan kampus masih ragu melakukan PTM. “Belum ada instruksi dari Dikti. Mayoritas PTN juga masih daring,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Unej masih memberlakukan work from home (WFH) untuk seluruh civitas academica dengan jumlah 75 persen pegawai. Karenanya, jumlah pegawai yang bekerja di kantor hanya berkisar 25 persen dari jumlah keseluruhan. “Nanti kalau turun ke level dua, baru ditingkatkan WFH 50 persen,” paparnya.

Kondisi yang sama juga dialami oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Kampus yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, ini masih belum melakukan PTM. Bahkan, pada tahun ini pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan juga dilakukan secara daring.

Rektor UIN KHAS Jember Babun Suharto mengungkapkan, hingga saat ini belum ada instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan PTM meski saat ini status Jember sudah berada pada level tiga. “Menunggu (instruksi) Kementerian Agama,” terangnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
Headline