Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mahasiswa Polije Olah Pegagan Jadi Makanan Tambahan Cegah Stunting

Yohanes Pangestu • Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:51 WIB
INOVATIF: Mahasiswa Prodi PTH Polije ini mampu mengolah daun pegagan untuk makanan pendamping tambahan bagi balita untuk mencegah stunting.
INOVATIF: Mahasiswa Prodi PTH Polije ini mampu mengolah daun pegagan untuk makanan pendamping tambahan bagi balita untuk mencegah stunting.
SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM). Lima mahasiswa Program Studi (prodi) Produksi Tanaman Hortikuktura (PTH) dan prodi Produksi Tanaman Pangan (PTP) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, makin menunjukkan kreativitasnya.

Photo
Photo


Pada kesempatan tersebut, mahasiswa PTH mengusung tema 'pengembangan produk olahan daun pegagan sebagai makanan pokok tambahan (MPT) pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi kader posyandu di Desa Bagon Kabupaten Jember'.

Jika selama ini banyak masyarakat menganggap tanaman pegagan sebagai tanaman liar atau gulma, mahasiswa Polije ini membuat inovasi MPT berbahan pegagan dengan berbagai macam bentuk. Seperti bubur instant, nugget dan cookies.

"Untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting pada anak, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Di samping itu, asupan buah dan sayur juga penting. Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat termasuk mengatasi stunting adalah pegagan. Namun di sini masih banyak orang yang belum mengetahui khasiatnya," ungkap Vera Elfina, Ketua PKM-PM Prodi PTH.

Saat melakukan kegiatan di desa tersebut, ditemukan sebanyak lima dari 85 anak mengalami stunting dan perlu segera ditangani. Hal tersebut tentu menyumbang tingginya angka stunting di Kabupaten Jember yang pada 2020 lalu, masih menjadi nomor satu di tingkat Jawa Timur.

"Dari hasil pengukuran tingkat pertumbuhan deteksi dini pada Desa Bagon, terdapat lima anak yang mengalami masalah stunting. Dari hasil pengukuran pada risiko stunting, yaitu 25 persen menyadari bahwa stunting adalah masalah kesehatan yang berisiko tinggi dan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak hingga dewasa," imbuhnya.

Posyandu merupakan kepanjangan tangan pemerintah yang bertugas melakukan pencegahan dan penuntasan masalah tersebut. Oleh karena itu, PKM-PM yang digelar oleh mahasiswa Prodi PTH mengambil langkah tepat dengan menggandeng lembaga tersebut. Bahkan, tak hanya posyandu mereka juga bekerjasama dengan bidan, pemerintah desa, hingga kecamatan untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya dan pencegahan stunting.
"Tujuan dari PKM ini adalah membuka pemahaman kepada orang tua dan kader Posyandu terkait stunting dan cara pencegahannya. Kemudian juga memberikan pelatihan pembuatan produk olahan daun pegagan sebagai makanan pendamping tambahan pencegahan stunting," jelasnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Refa Firgiyanto SP, Msi, mengatakan, selain khasiatnya yang luar biasa, terobosan berbahan daun pegagan ini juga ditujukan untuk meningkatkan pendapatan kader posyandu. Sehingga, hasil dari pelatihan tersebut nantinya dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh kader posyandu.

"Kami juga kerjasama dengan ahli gizi untuk memberi pemahaman manfaat pegagan itu sendiri. Produksinya tidak berhenti di sini, kami mengajak para kader posyandu untuk tetap memproduksi makanan berbahan pegagan itu. Nantinya bisa disebarluaskan, dan diperjualbelikan. Sehingga penghasilannya dapat membentuk posyandu yang lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan," tuturnya. Sebagai informasi, mahasiswa yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Siti Maysaroh, Nurul Nafila, Hermin Antika dan Dewindawati.

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Vera Elfina for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Yohanes Pangestu
#Polije