Radar Jember - Senyum dan tawa anak-anak pecah saat Bupati Jember Muhammad Fawait tiba di SDN Andongrejo 03, Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Tempurejo, (16/8).
Sambil memegang bendera merah putih, anak-anak yang tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) itu pun silih berganti bersalaman dan menerima coklat dari orang nomor satu di Jember itu.
"Siapa nama Presiden Indonesia?" tanya bupati Fawait ke anak-anak.
Lantas, anak-anak berteriak dan menjawab dengan kompak, "Prabowo".
Seusai memberi tausiah dan kuis, Bupati Fawait membagikan cokelat.
Fawait juga makan lesehan bersama ala santri bareng anak-anak.
Momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 saat itu jadi kado istimewa yang ditandai dengan Bandealit akhirnya merdeka dari kegelapan.
Setelah jaringan listrik PLN terpasang dan resmi dinyalakan, Sabtu (16/8).
Puluhan tahun warga yang tinggal di kawasan hutan TNMB itu hidup dengan mengandalkan penerangan dari panel surya.
Bahkan, sebelum ada panel surya mereka hanya mengandalkan dari diesel.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengajak warga Bandealit semakin aktif mendorong pendidikan anak-anaknya, hingga jenjang perguruan tinggi.
Ia meyakinkan, derajat orang ahli ilmu akan diangkat di suatu hari.
"Tidak apa-apa orang tuanya, orang biasa. Tapi anaknya bisa jadi orang sukses, kalau mereka punya ilmu. Sebaliknya, kalaupun anaknya jendral, tidak akan jadi apa-apa kalau tidak punya ilmu," katanya.
Dengan masuknya listrik, Gus Fawait mengharapkan pendidikan untuk anak-anak di pelosok hutan ini tetap terjaga.
Tidak terburu-buru berakhir ke pelaminan.
Ia juga menyampaikan beberapa program strategis pemerintah daerah, seperti 20 ribu beasiswa kuliah gratis, berobat gratis melalui UHC, hingga saluran aduan masyarakat melalui Wadul Guse. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh