Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Jember Perkuat Program Sekolah Rakyat dan Beasiswa

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:30 WIB
"Pemkab Jember terus berkomitmen membangun sinergi lintas sektor agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor ekonomi."
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.(MAULANA/RADAR JEMBER)
"Pemkab Jember terus berkomitmen membangun sinergi lintas sektor agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor ekonomi." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.(MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pemerintah daerah memastikan sektor pendidikan mendapatkan porsi yang pas dalam pelaksanaan APBD.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan, pendidikan menjadi salah satu intervensi paling efektif dalam jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.

Karena itu, program unggulan yang telah berjalan, seperti Beasiswa Cinta Bergema, revitalisasi gedung sekolah, hingga Sekolah Rakyat (SR), dipastikan terus bergulir.

Baca Juga: Rasionalkan Target PAD 2027, Bupati Gus Fawait Ogah Naikkan Tarif Pajak Warga

"Program Sekolah Rakyat dipandang sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan," katanya, saat Rapat Paripurna RAPBD 2027, di DPRD Jember, (5/10).

Ia menegaskan, Pemkab Jember mengunci sasaran program prioritas ini (SR) pada anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam desil 1 dan desil 2, Data Terpadu Sosio Ekonomi Nasional (DTSEN), serta kelompok Anak Tidak Sekolah (ATS).

Guna memastikan bantuan tidak salah sasaran atau ditumpangi kepentingan pragmatis, skema verifikasi diperketat secara berlapis.

Seleksi calon penerima Beasiswa dan SR harus melewati pemadanan data akademik, kependudukan, hingga kondisi sosial-ekonomi.

Untuk menjaring anak-anak telantar dan putus sekolah di pelosok desa, Pemkab menggerakkan jaringan lintas sektor.

Baca Juga: Trabas Medan Ekstrem Jelbuk, Gus Fawait Pimpin Layanan Homecare di Pelosok Jember

Mulai dari Dinsos PPPA, kecamatan, desa/kelurahan, hingga pendamping Program Keluarga Harapan, melakukan penyisiran.

"(Untuk revitalisasi gedung sekolah, Red) kita bangun di tahun 2025 kurang lebih 124 sekolah. Tahun ini ada kisaran 300 sampai 400 sekolah," tambah dia.

Gus Fawait juga mengaku tengah membuka opsi penebalan dana pendidikan jika ruang fiskal daerah longgar.

Jika regulasi resmi dari Pemerintah Pusat mengenai skema pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diterbitkan, potensi efisiensi anggaran akan diprioritaskan untuk menambah alokasi beasiswa dan Sekolah Rakyat, di samping sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

"Pemkab Jember terus berkomitmen membangun sinergi lintas sektor agar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor ekonomi," tambah Gus Fawait, sapaan dia. (mau/dwi)
 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Sekolah Rakyat Beasiswa Cinta Bergema Gus Fawait