Radar Jember - Rutinitas mingguan bersepeda alias gowes kini bukan lagi sekadar ajang olahraga, tapi kendaraan kerja lapangan bagi Bupati Jember Muhammad Fawait beserta jajarannya.
Memasuki sekian episode gowes, aksi ngontel Senin petang (5/10) kemarin, bergerak dari kawasan pedesaan menuju pusat kota, start dari Kantor Perkebunan Sumber Wadung, Mayang, dan finish di Pendapa Wahyawibawagraha Jember.
Sebelum mengayuh pedal, Bupati Gus Fawait beserta rombongan terlebih dahulu meninjau proyek revitalisasi gedung sekolah yang berlokasi di tengah kebun dan memastikan fasilitas pendidikan anak-anak pedesaan mendapat hak yang layak.
Baca Juga: Rasionalkan Target PAD 2027, Bupati Gus Fawait Ogah Naikkan Tarif Pajak Warga
Rombongan lalu bergeser menyisir pos layanan kesehatan gratis. Sambil menyapa hangat warga yang antre berobat, bupati menyerahkan bantuan paket sembako secara langsung.
"Kami hadir, bertemu langsung dengan masyarakat, mengobrol, mensosialisasikan program-program prioritas pemerintah daerah, seperti UHC, beasiswa, Homecare, dan lainnya," katanya.
Di lokasi, orang nomor satu di Jember juga berdiskusi santai bersama jajaran direksi, staf, hingga karyawan perusahaan perkebunan milik pemkab tersebut.
Sesaat sebelum pemanasan gowes, Gus Fawait menegaskan tradisi anyar ini membawa misi multi-tujuan: membudayakan hidup sehat, mempererat soliditas birokrasi, serta menyerap aspirasi warga secara langsung tanpa sekat.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI di Makodim 0824 Jember, Gus Fawait Apresiasi Sinergi Ketahanan Pangan
Bahkan di sepanjang rute, rombongan beberapa kali menepi di titik pemberhentian untuk beristirahat, menyapa warga lokal, serta menunaikan ibadah shalat berjamaah sebelum kembali mengayuh hingga ke pendapa.
"Gowes bareng ini bentuk ikhtiar mempererat soliditas. Tidak ada sekat Bupati, Kepala OPD, Camat, atau Kabid. Semua start bareng, finish bareng, makan bareng. Membangun Jember tidak bisa sendirian, harus bersama-sama," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh