Radar Jember - Rencana pembangunan flyover di perempatan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, sejauh disebut terus berproses. Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan proyek pengurai kemacetan di pintu masuk barat kota tersebut tetap berada dalam koridor perencanaan (on the track).
Menurut dia, pemerintah pusat cukup agresif mendorong percepatan proyek ini. Saat ini, Pemkab Jember tengah menggenjot penyelesaian studi kelayakan (Feasibility Study/FS) serta Detail Engineering Design (DED).
"Salah satu janji saya yaitu flyover itu, adalah salah satu cita-cita besar untuk mengurai kemiskinan dan sebagai simbol bahwa Jember ini kabupaten atau kota besar," katanya, saat forum Guse Menjawab pada 20 September lalu.
Ia juga enggan menanggapi soal pesimisme di media sosial yang meragukan soal Flyover Mangli ini. Meski begitu, ia memastikan proyek ini terus berjalan. "Tapi yang jelas flyover kita sudah on the track. Perkembangannya sudah on the track. Malah kayaknya lebih cepat dibanding Pasar Tanjung," jelasnya.
Terkait teknis di lapangan, ia menyebut ada dua opsi panjang struktur jalan layang yang kini sedang dikaji mendalam beserta imbasnya terhadap Pasar Mangli dan penataan lalu lintas sekitar. Soal linimasa pengerjaan, ia memproyeksikan konstruksi fisik baru akan dimulai akhir tahun 2026 dan diperkirakan selesai dua tahun berselang.
"Memang, proses pembangunannya enggak bisa sebulan dua bulan. Ini kalau dilaksanakan nanti di akhir tahun 2026, perkiraan jadi akhir tahun 2028. Jadi ada waktu kurang lebih 2 tahun. Paling cepat 2 tahun untuk selesai pembangunan flyover," katanya.
Ia menambahkan, flyover disebutnya bukan hanya soal ambisi pembangunan, tapi juga mendorong kemajuan Jember yang siap berjejer dengan kota-kota metropolitan dengan infrastruktur modern. "Coba lihat flyover-nya Surabaya, Sidoarjo, Malang. Kalau kota-kota besar sudah ada. Nah, Jember kalau mau dikatakan besar, ya salah satunya harus ada flyover," katanya, disusul tawa ringan. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh