SUMBERSARI, Radar Jember - Seorang nenek di Jember menjadi korban penipuan usai menerima uang mainan pecahan Rp50 ribu dan Rp5 ribu dari seorang pembeli. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang berkeliling berjualan krupuk ramba' dan telur, di sekitar Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu (19/9/2026).
Sang nenek berusia 79 tahun itu sadar bahwa uang tersebut uang mainan saat menanyakan kepada salah seorang warga di lokasi kejadian. Padahal penghasilannya dari peras keringat itu ia mendapat keuntungan tipis, hanya sekitar Rp500 per bungkus yang berhasil dijual.
Ketulusan dan kepolosan Hamidah yang justru dimanfaatkan tangan tega ini cepat memantik iba usai videonya menyebar di media sosial dan viral.
Baca Juga: Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jember Sasar 28 Anak, Satgas Warning SPPG: Jangan Sembrono!
Lurah Kranjingan, Ica Ghea Hernawati, sempat mengaku terpukul begitu mendapati kabar tentang Hamidah. Ia merasa iba melihat sang nenek yang telah berjuang keras mengais rejeki dengan kondisi tubuhnya yang rentah itu, namun malah diganjar dengan uang mainan.
Di tengah kesibukannya memantau pembagian beras untuk warga lanjut usia yang sakit saat itu, Ica menyempatkan diri menyisir lokasi jualan Hamidah dan memborong seluruh dagangan yang tersisa hari itu. "Saya nggak tega, hati saya terketuk, jadi saya borong semua jualannya agar neneknya bisa segera pulang dan istirahat," katanya.
Tak sekadar memborong, Senin (21/9) kemarin, jajaran Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, hingga Babinsa setempat, mendatangi kediaman Hamidah untuk memastikan kondisinya sekaligus mengulurkan bantuan paket sembako. “Kami ingin melihat langsung kondisi Bu Hamidah. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban beliau,” kata Icha.
Baca Juga: Bupati Jember Janjikan Promosi Jabatan Camat dan Lurah yang Sukses Capai Target Pajak
Ica pun mengetuk hati masyarakat agar lebih peka dan saling menjaga, khususnya terhadap para lansia yang masih harus memeras keringat demi menyambung hidup.
Sementara bagi Hamidah, tidak ada ucapan selain terimakasih yang ia lontarkan. Sang nenek mengaku bersyukur mendapat uluran tangan dan perhatian di tengah pilu yang dialaminya. “Alhamdulillah, terima kasih sudah datang dan membantu saya,” aku Hamidah, haru.
Editor : Maulana RJ