Radar Jember - Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Jember kembali bergulir. Bupati Jember Muhammad Fawait, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan puluhan pejabat administrator, pengawas, serta penyerahan SK penugasan kepala puskesmas, di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu malam, (16/9).
Mutasi kali ini menyasar sedikitnya 36 pejabat eselon III yang digeser dari posisi lamanya. Bersamaan dengan penyerahan SK penugasan bagi puluhan kepala puskesmas di wilayah Kabupaten Jember.
Langkah bongkar pasang posisi jabatan ini memperlihatkan deretan figur berusia muda ditarik untuk mengisi posisi strategis di wilayah, seperti jabatan camat. Sementara para pejabat senior digeser menduduki posisi di Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD.
Baca Juga: Mobil Tertabrak KA Ijen Ekspres di Tanggul Jember, Mahasiswa Yordania Meninggal
Saat dikonfirmasi usai pelantikan, Bupati Muhammad Fawait menepis anggapan bahwa rotasi ini dipicu oleh kinerja pejabat lama yang buruk. Menurut dia, perombakan di jajaran birokrasi merupakan hal biasa demi memacu efisiensi dan akselerasi program kerja.
"Perombakan ini hal yang biasa. Yang kemarin-kemarin sudah bagus, ini hanya untuk mempercepat saja. Makanya banyak yang muda-muda saya tarik ke wilayah, yang senior-senior saya masukkan ke UPTD. Bukan karena apa, sudah bagus cuma perlu percepatan," katanya.
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan bahwa penempatan pejabat muda di garda terdepan wilayah, khususnya kecamatan dan fasilitas kesehatan, menjadi instrumen kunci untuk mengejar target-target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Salah satu yang menjadi fokus utamanya mencakup penanganan kemiskinan hingga perluasan jangkauan layanan dasar.
"Banyak yang kami tugaskan jadi camat yang muda-muda, untuk mempercepat program prioritas, termasuk puskesmas-puskesmas. Saya ingin program prioritas seperti pengobatan gratis, home care, ini betul-betul bisa lebih cepat lagi dan bisa lebih diperluas lagi," katanya.
Baca Juga: Banyuwangi-Jember Bakal Terhubung Tol Langsung? Ini Fakta Sebenarnya soal Tol Prosiwangi
Ia menambahkan, intervensi program pelayanan kesehatan seperti home care ditargetkan melonjak drastis. Jika sebelumnya menjangkau sekitar 25 ribu sasaran, maka ia menargetkan kenaikan hingga 50 ribu sasaran pada tahap berikutnya, dan menembus angka 100 ribu sasaran di tahun depan.
Selain merotasi puluhan pejabat eselon III dan kepala puskesmas, ia juga memberi sinyal akan segera menutup kekosongan kursi jabatan yang masih diisi oleh Pelaksana Tugas atau Plt.
"Semua hari ini sudah mulai banyak terisi, bahkan kami akan melakukan juga open bidding, November-Desember, untuk mengisi yang kosong atau Plt," imbuh mantan anggota DPRD Jatim itu.
Dalam riwayatnya, mutasi eselon tiga terakhir sempat digelar awal September 2025 lalu. Masih segar di ingatan, dua pekan lalu (28/8), Pendapa Wahyawibawagraha juga merotasi sekitar 35 pejabat eselon dua dan eselon tiga sekaligus: Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, hingga Camat.
Bupati Gus Fawait saat itu sampai mengibaratkan rotasi ini seperti halnya bintang lapangan hijau yang sesekali harus ditarik ke luar lapangan, meski telah menunjukkan performa impresif.
Baca Juga: Ini Nama-nama Korban asal Jember Dari Tragedi Tenggelamnya Kapal Virgo
"Pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi pun terkadang perlu keluar lapangan sejenak untuk mengatur napas. Rotasi ini semata-mata untuk penyempurnaan agar ritme kerja bisa melaju lebih cepat," katanya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh