Minta DPRD Rajin Kunker, Gus Fawait: Ndak Apa-Apa Perjalanan Dinas Kalau Cuma Habis Rp10 Juta

Maulana RJ • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:17 WIB
Kalau anggota dewan pergi ke Jakarta, ke kementerian membantu, mencari program, itu bukan pemborosan." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
Kalau anggota dewan pergi ke Jakarta, ke kementerian membantu, mencari program, itu bukan pemborosan." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait secara terbuka meminta para anggota DPRD Jember makin rakin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta.

Ia bahkan mendorong para legislator itu memanfaatkan jaringan partai politik di Senayan hingga ke kementerian untuk melakukan lobi-lobi politiknya.

​"Kalau Bapak, Ibu bantu saya ke kementerian, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kalau anggota dewan pergi ke Jakarta, ke kementerian membantu, mencari program, itu bukan pemborosan," katanya, saat menyampaikan pidato persetujuan pengesahan PAPBD 2026 di Gedung DPRD Jember, (14/9).

Baca Juga: Tak Harus Bergedung Megah! Bupati Fawait Tegaskan Revitalisasi Pasar Jember Harus Dongkrak PAD

Ia menilai, langkah sowan atau yang biasa ia sebut dengan istilah bahasa jalanan sebagai ngamen ke kementerian di Jakarta bukanlah bentuk pemborosan anggaran perjalanan dinas. Namun untuk menggaet alokasi dana dan program pemerintah pusat ke Jember.

​Ia mengkalkulasikan perjalanan dinas dewan jika berhasil membawa pulang kue pembangunan nasional itu ke daerah.

"Berapa sih biaya perjalanan dinas, paling Rp10 juta. Kalau pulangnya membawa Rp1 miliar, memboyong Rp10 miliar, atau Rp100 miliar, itu justru tindakan dan program yang efektif," katanya.

Lebih lanjut, ikhtiar seperti itu diyakininya telah membuahkan hasil signifikan. Salah satunya terlihat dari sokongan kementerian pada sektor pendidikan.

Ia membeberkan bahwa program revitalisasi sekolah di Jember melesat drastis berkat sokongan anggaran pusat.

Baca Juga: Gelar Karpet Merah, Bupati Fawait Undang Investor Bikin SPBU Baru demi Atasi Krisis BBM di Jember

​Tahun ini saja, sebanyak 258 sekolah—terdiri dari 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta—mendapatkan kucuran dana revitalisasi senilai Rp174 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran ini disusul oleh tambahan untuk 36 lembaga SD dan 18 TK/PAUD.

​"Banyak sekali program pemerintah pusat hari ini yang harus kita syukuri. Tahun kemarin 124 sekolah, tahun ini yang sudah fix dapat 258 sekolah. Tempat daerah lain cuma dapat 6, 10, atau 12," katanya.

Mantan anggota DPRD Jatim itu menegaskan, berbagai terobosan anggaran dari pusat dibutuhkan untuk menuntaskan problem mendasar daerah, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pelayanan kesehatan warga tak mampu, hingga mendongkrak IPM melalui program Kejar Paket. ​

"Artinya apa, Bapak, Ibu semuanya? Sinergi kita ini diperlukan," pintanya. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
DPRD jember kunker Gus Fawait perjalanan dinas