Bupati Jember Gus Fawait ke Mahasiswa: Lulus Dulu, Nikah Kemudian!

Maulana RJ • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:57 WIB
HANGAT: Gus Fawait berada di tengah-tengah mahasiswa usai memberi orasi, saat penarikan KKN Kolaboratif 5 Tahun 2026 di Alun-alun Jember, Senin (24/8).(PURNOMO)
HANGAT: Gus Fawait berada di tengah-tengah mahasiswa usai memberi orasi, saat penarikan KKN Kolaboratif 5 Tahun 2026 di Alun-alun Jember, Senin (24/8).(PURNOMO)

 

KALIWATES, Radar Jember - Suasana penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Ke-5 di Alun-Alun Jember, Senin (24/8) sore mendadak riuh penuh gelak tawa.

Bupati Jember Muhammad Fawait memberi pesan khusus kepada ribuan mahasiswa terkait fenomena cinta lokasi (cinlok) selama mengabdi di desa.

Ia memahami bahwa ruang KKN tak jarang menjadi lokasi berseminya asmara antarpeserta.

Namun, ia mewanti-wanti agar urusan jodoh tidak sampai mengganggu jenjang studinya. ​

"Biasanya setelah KKN selain dapat nilai dan pengalaman, dapat jodoh juga. Sudah ada yang dapat calon jodoh? Pesan saya, harus sampai lulus. Kalau dia betul-betul menyayangi, dia akan menunggu minimal sampai lulus S1," kelakarnya yang disambut sorak-sorai ribuan mahasiswa.

Baca Juga: Verval Desil 2 Sentuh 85 Persen, Pemkab Jember Puji Kinerja KKN Kolaboratif 2026

Lebih jauh, alumnus Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unair ini berpendapat, generasi muda harus tetap memprioritaskan pendidikan tinggi hingga tuntas.

Menurut dia, gelar sarjana dan bekal ilmu akademis, jadi modal utama bagi para mahasiswa.

Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah jika pendidikan tinggi belum tuntas.

Ia meyakini, komitmen untuk saling menunggu hingga meraih gelar akademik adalah bentuk ujian cinta yang sesungguhnya. ​

"Kalau enggak mau menunggu, itu bukan cinta sejati, tapi cinta palsu. Kalau cinta palsu, cari lagi yang lain, masih banyak di luar sana," seloroh Gus Fawait, memecah keakraban. (mau/nur)

Editor : M. Ainul Budi
Jember KKN Bupati Jember Gus Fawait