SUMBERSARI, Radar Jember - Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, resmi menerima penghargaan The Public Trust and Collaborative Communication Leadership Award 2026, dalam ajang bergengsi Radar Jember Award 2026, di Hotel Fortuna Jember, (20/8).
Penghargaan ini menjadi saksi berkat konsistensinya meruntuhkan sekat komunikasi birokrasi. Di tangan Pulung, humas pemerintah tak lagi sekadar menjadi corong informasi kaku. Ia mengorkestrasi pendekatan pentahelix—menghubungkan pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat—dalam satu ekosistem yang harmonis.
Bagi dia, keberhasilan komunikasi publik tidak diukur dari seberapa deras arus informasi yang dialirkan, tetapi dari seberapa dalam pemahaman dan partisipasi yang mampu ditumbuhkan di tengah masyarakat. Prinsip ini melahirkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan humanis.
Lebih jauh, Biro Adpim Jatim di bawah komandonya konsisten membuka ruang dialog dua arah, menjadikan kritik dan masukan sebagai bahan bakar perbaikan tata kelola pemerintahan.
Ia menegaskan, capaian ini merupakan buah dari komitmen panjang untuk terus hadir dan melayani dengan hati. “Tujuan komunikasi pemerintahan adalah menghadirkan kepercayaan, dan kepercayaan tidak lahir dari komunikasi satu arah, tetapi dibangun melalui keterbukaan, konsistensi, kredibilitas, kemauan untuk mendengar, dan kolaborasi,” tutur Pulung, dalam keterangannya.
Hidupkan Ekosistem Informasi Sehat, Gandeng Pers sebagai Mitra Kritis-Strategis
Laju pesat era digital membawa tantangan besar bagi dinamika komunikasi pemerintahan. Di tengah riuh arus informasi, Kabiro Adpim Setdaprov Jatim, Pulung Chausar, membuktikan kepiawaiannya merawat kemitraan yang sehat dan profesional bersama media massa.
Pulung menilai, media massa bukan sekadar perantara untuk menyebarkan rilis berita, tetapi mitra strategis menjaga dinamika ruang publik tetap sehat.
Di bawah arahannya, Biro Adpim Jatim tak elergi terhadap kritik. Perspektif kritis media justru ditempatkan sebagai cermin penting untuk mengevaluasi dan membenahi kinerja birokrasi secara menyeluruh.
Pulung juga berpendapat, pendekatan ini menuntut insan humas pemerintah untuk terus adaptif. Tidak hanya piawai berbicara, tetapi juga harus memiliki kepekaan tinggi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang berkembang di media sosial maupun media arus utama.
Sikap terbuka dan penuh kesetaraan yang ditunjukkan Pulung berhasil membangun fondasi komunikasi yang jujur dan kredibel. Penghargaan dari Radar Jember ini menjadi dorongan moral bagi seluruh tim untuk menjaga integritas informasi publik di Jawa Timur.
“Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan sekaligus energi bagi kami untuk terus berbenah, sebagai apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh tim dan seluruh mitra yang selama ini bersama-sama membangun komunikasi publik di Jawa Timur,” pungkas Pulung.
Editor : Maulana RJ