Pemkab Jember Sodorkan Program Home Care hingga Bunga Desaku ke Lintas Kementerian

Maulana RJ • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB
AUDIENSI: Mendes PDT Yandri Susanto, saat menerima lawatan Bupati Gus Fawait bersama jajarannya, di Jakarta, (21/8). Di waktu yang sama, Gus Fawait dan jajarannya juga bertemu dengan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.(DISKOMINFO)
AUDIENSI: Mendes PDT Yandri Susanto, saat menerima lawatan Bupati Gus Fawait bersama jajarannya, di Jakarta, (21/8). Di waktu yang sama, Gus Fawait dan jajarannya juga bertemu dengan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.(DISKOMINFO)

Radar Jember - Pemkab Jember terus menyelaraskan program daerah dengan target strategis pemerintah pusat.

Dalam lawatan kerja ke Jakarta, Jumat, (21/8), Bupati Jember Muhammad Fawait membeberkan deretan program unggulan berbasis data langsung ke Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Ia mengakui, langkah jemput bola ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember agar sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto. ​

"Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya," kata Gus Fawait, sapaan dia, dalam keterangan resminya, (22/8).

Baca Juga: Gus Fawait Bupati Jember Kirim Pesan Kemanusiaan dan Patriotisme

​Dua inovasi utama yang dibahas Kemendes PDT yakni program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) sebagai kanal serap aspirasi dan pengendali inflasi, serta Home Care yang membawa layanan kesehatan langsung ke pintu rumah warga miskin dan rentan.

Kemendes PDT menilai pendekatan konkret ini layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

​Di Kementerian PKP, Pemkab Jember memamerkan kesiapan sistem pendataan digital untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, yang bisa dituntaskan sesuai target waktu kementerian.

Lebih jauh, ​Gus Fawait menegaskan kolaborasi lintas kementerian krusial agar pembangunan di Jember tidak hanya bertumpu pada APBD, tetapi terakselerasi melalui anggaran pusat.

Target nasional menekan kemiskinan ekstrem di kisaran 4,5–5 persen pada 2029 dinilai membutuhkan integrasi lintas sektor.

​Ia meyakini, kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga harus saling berkaitan.

"Karena itu penanganan juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi. Semakin banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan kebutuhan masyarakat Jember, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan," imbuh dia. 

Editor : M. Ainul Budi
Jember kemendes Berita Jember Bupati Jember Gus Fawait