Radar Jember - Fasilitas berobat gratis hingga gelontoran ribuan beasiswa perguruan tinggi dari Pemkab Jember, rupanya tak hanya menarik minat warga lokal.
Bahkan memancing warga dari luar daerah hingga terindikasi menduplikat atau 'nembak' KTP beridentitas Jember.
"Ada beberapa warga kabupaten lain yang 'nembak' KTP, KTP Jember. Kenapa? Supaya bisa berobat gratis. Kalau ada pendaftaran beasiswa, biar anaknya keterima beasiswa," kata Bupati Jember Muhammad Fawait, saat giat Bunga Desaku di Kantor Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Jember, (9/8).
Baca Juga: Bupati Fawait Pimpin Groundbreaking KNMP! Ini 3 Desa Pesisir Jember yang Disulap Jadi Sentra Modern
Di hadapan ratusan warga saat itu, ia menyampaikan fenomena ini dipicu oleh terintegrasinya program Universal Health Coverage (UHC) yang memastikan seluruh pemegang KTP Jember bisa berobat gratis, di puskesmas maupun rumah sakit se-Indonesia.
Tak hanya soal kesehatan, urusan adminduk gratis dan kemudahan ketersediaan blangko KTP juga dimanfaatkan segelintir oknum untuk memuluskan pendaftaran beasiswa.
Pemkab Jember sendiri mengalokasikan belasan ribu kuota beasiswa bagi putra-putri Jember dengan berbagai jalur, mulai dari prestasi, santri, hingga porsi khusus untuk keluarga kurang mampu yang turut menanggung biaya hidup (living cost).
Besarnya jangkauan fasilitas sosial ini disinyalir menjadi alasan utama mengapa dokumen kependudukan Jember mendadak bernilai tinggi di mata warga luar daerah.
"Tidak semua daerah bisa seperti Kabupaten Jember. Bikin KTP, gratis, blankonya ada. Sakit masuk rumah sakit, puskesmas, gratis. Maka saya mengingatkan dalam kesempatan ini kita bersyukur. Kalau bersyukur insyaallah ditambah (nikmatnya, Red) oleh Allah," pungkas dia. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh