Radar Jember - Pemerintah daerah melakukan pemangkasan terhadap anggaran event daerah yang dinilai minim dampak perekonomian.
Kebijakan efisiensi ini diterapkan demi memaksimalkan multiplier effect event daerah, salah satunya untuk ajang gerak jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui langkah perombakan program di Disporabudpar Jember dilakukan agar alokasi APBD benar-benar menggerakkan sektor informal, UMKM, dan pariwisata lokal.
Baca Juga: Bupati Fawait Pimpin Groundbreaking KNMP! Ini 3 Desa Pesisir Jember yang Disulap Jadi Sentra Modern
Menurut dia, event daerah tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial semata.
"Kita hanya menjalankan event yang diyakini berdampak langsung pada sektor informal, UMKM, hingga pariwisata. Tajemtra tahun ini kita ikhtiarkan agar semakin meriah, jadi pemersatu warga, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," katanya, saat kesempatan Pro Guse Update, di Pantai Pancer, Puger, (16/8).
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, menilai pendekatan berorientasi dampak ekonomi ini terbukti menyedot animo publik.
Pendaftaran agenda tahunan memeriahkan HUT Ke-81 RI pada 5 September 2026 ini, per Minggu (16/8) telah menyentuh angka 13.794 pendaftar dari target 25 ribu peserta.
Gus Fawait meyakini, antusiasme masyarakat, baik perorangan maupun kelompok, ini bakal memutar roda ekonomi di sepanjang rute Tanggul hingga pusat Kota Jember.
Ia pun mengajak seluruh elemen meramaikan gelaran bersejarah ini.
"Saya sedang berlatih, insyaallah kalau kuat, saya ikut dari Tanggul hingga Jember kota, kalau tidak kuat masa iya saya digotong?" imbuh Gus Fawait, diselingi tawa. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh