Radar Jember - Kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Jember terus dibenahi.
Salah satunya melalui perbaikan fasilitas fisik di SMP Negeri 7 Jember yang mendapat suntikan dana program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Proyek pembaruan infrastruktur ini mencakup perbaikan total sembilan ruang kelas dan satu laboratorium komputer lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pembenahan gedung sekolah merupakan prasyarat mutlak dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah.
Baca Juga: Integrasikan Layanan Homecare dengan Bantuan Pangan dan RTLH, Gus Fawait: Negara Harus Hadir!
Menurut dia, pembaruan kurikulum dan peningkatan kapasitas guru tidak akan berdampak maksimal jika siswa masih belajar di ruang kelas yang tidak layak.
"Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara tentang kurikulum dan guru, tetapi harus ditopang fasilitas yang layak. Ruang belajar yang baik membuat siswa lebih nyaman dan termotivasi meraih prestasi," kata Gus Fawait, di sela-sela meninjau SMPN 7 Jember, (10/7).
Kepala SMPN 7 Jember, Davit Rahman, mengapresiasi langkah pemerintah merenovasi gedung sekolahnya.
Ia menilai infrastruktur yang memadai memberi dampak langsung terhadap psikologis dan semangat belajar peserta didik.
"Fasilitas yang memadai ini memberi suasana baru. Proses belajar-mengajar jelas jadi jauh lebih nyaman," katanya.
Sebagai informasi, tahun ini pemerintah daerah mengusulkan sekitar 300 gedung sekolah di Jember untuk mendapatkan program revitalisasi.
Tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 124 sekolah mendapat program serupa, bahkan disebut-sebut terbesar di Indonesia.
Meski begitu, jumlah ini masih jauh dari 1.532 gedung sekolah di Jember dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat. (c2/mau)