Bikin Mewek! Bupati Jember Temukan Lansia Sebatang Kara Berjuang Sendiri Saat Tinjau Layanan Homecare

Maulana RJ • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:00 WIB
HARU BAHAGIA: Seorang lansia tunggal tak kuasa menahan bahagia saat didatangi rombongan bupati beserta tim medis, saat peninjauan Homecare di Yosorati, Sumberbaru (9/8). (MAULANA/RADAR JEMBER)
HARU BAHAGIA: Seorang lansia tunggal tak kuasa menahan bahagia saat didatangi rombongan Bupati Fawait beserta tim medis, saat peninjauan Homecare di Yosorati, Sumberbaru (9/8). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pemandangan mengharukan mewarnai agenda kunjungan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Sumberbaru, Minggu, (9/8).

Seorang lansia yang tinggal sebatang kara tak kuasa menahan air mata saat tim medis dan Bupati menyambangi kediamannya.

Bahkan ada pula pasien yang mengaku senang lantaran dikunjungi oleh orang nomor satu di Jember tersebut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kota Karnaval! Bupati Gus Fawait Buka Puncak IJMC 2026 hingga Peserta Thailand Ikut Tampil

​Momen tersebut terjadi saat peninjauan layanan Homecare di Desa Rowotengah dan Desa Yosorati.

Fakta tersebut kian menegaskan pentingnya pendataan serta penanganan langsung bagi kelompok rentan yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

"Sangat mengharukan. Ternyata selama ini mereka berjuang sendiri. Kalau sakit ditanggung sendiri," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, di sela-sela peninjauan.

​Melihat kondisi di lapangan, ia juga merespons berbagai kendala.

Selain menginstruksikan pendampingan dokter keluarga secara rutin tiap bulan dan pengobatan via telemedicine dokter spesialis, ia juga menyoroti masalah akses geografis yang sulit ditempuh ambulans atau mobil operasional.

Baca Juga: Soroti Fenomena Bantuan Alsintan dan Gerobak di Marketplace, Gus Fawait Ultimatum Petani dan UMKM Jember: Jangan Dijual!

​Gus Fawait mengaku bakal merestrukturisasi aset kendaraan motor dinas di beberapa OPD Pemkab Jember yang penggunaannya kurang optimal dan dialihkan ke puskesmas-puskesmas untuk operasional Homecare di medan ekstrem.

​"Kita cek motor di OPD yang tidak optimal, kita alihkan ke puskesmas. Supaya petugas medis bisa tembus ke daerah berakses sulit dan langsung menyentuh masyarakat," imbuh dia. (c2/mau)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare layanan kesehatan rtlh Bunga Desaku Jember Gus Fawait