Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa program pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah atau Homecare, tak sekadar berfokus pada pemeriksaan medis warga.
Lebih dari itu, program ini difungsikan sebagai instrumen pemetaan langsung kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kelas bawah di Jember.
Hal tersebut dia sampaikan saat meninjau pelaksanaan Homecare di sela agenda Bunga Desaku, Desa Rowotengah dan Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Minggu (9/8).
Gus Fawait mengungkapkan, penjangkauan medis langsung ke permukiman warga membuka fakta lapangan terkait rentannya kondisi ekonomi penerima layanan.
Dari tiga lokasi yang dikunjungi, seluruhnya teridentifikasi menghuni rumah tidak layak huni dengan kondisi dinding bambu hingga lantai tanah.
"Homecare ini ternyata bukan cuma mengecek kesehatan rakyat, tapi memetakan keluhan mayoritas warga dan melihat kondisi riil ekonomi mereka," katanya.
Menurut dia, temuan kondisi hunian yang memprihatinkan tersebut akan ditindaklanjuti melalui intervensi program bedah rumah dan bantuan pangan berkala.
Baca Juga: Garansi Tanpa Dipersulit! Bupati Gus Fawait Pastikan Pengurusan KTP Di Jember Gratis Dan Super Cepat
Di sisi lain, integrasi teknologi medis seperti telemedicine bersama dokter spesialis turut diterapkan bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.
Ia memastikan kehadiran negara secara aktif untuk memangkas hambatan akses masyarakat terhadap layanan dasar.
"Selama ini kalau sakit mereka nanggung sendiri, kalau butuh apa-apa memilih diam. Negara dan pemerintah harus hadir untuk menanggung beban itu," imbuh mantan anggota DPRD Jatim itu. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh