Radar Jember - Pemkab Jember mulai melirik mengawinkan program inovasi kesehatan Homecare dengan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Gagasan itu dikemukakan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menerima lawatan jajaran Kementerian PKP, saat giat Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) di Kantor Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Minggu (9/8).
Gus Fawait, sapaan dia, meyakini integrasi dua program ini membuat penanganan masalah kesehatan dan papan menjadi jauh lebih efektif dan efisien.
"Mudah-mudahan nanti bisa disinergikan. Kita bisa cek, apakah orangnya sehat, apakah rumahnya tidak layak huni. Jadi bisa sekaligus berjalan," katanya, saat ditemui.
Gagasan sinergi itu disambut hangat oleh Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati.
Ia mengapresiasi keaktifan Pemkab Jember dalam merespons program strategis nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Haryati menyebut, untuk tahun ini, Jember mendapatkan jatah bedah rumah sebanyak 1.355 unit. Beberapa di antaranya bahkan sudah rampung.
"Insyaallah tadi bersama Kadis Perkim, dengan camat dan lurah kita tingkatkan koordinasi. Tadi juga sudah diarahkan oleh Pak Bupati, target selesai tahun ini," katanya.
Lebih jauh, ia juga mendorong Pemkab Jember untuk tak ragu mengusulkan penambahan kuota RTLH yang lebih besar pada tahun depan.
Baca Juga: Garansi Tanpa Dipersulit! Bupati Gus Fawait Pastikan Pengurusan KTP Di Jember Gratis Dan Super Cepat
"Untuk tahun depan, saya minta ke Pak Bupati untuk terus mengajukan usulan yang lengkap. Sehingga nanti lebih banyak lagi masyarakat Jember yang bisa merasakan manfaatnya," pungkas Sri Haryati. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh