Bansos Makin Tepat Sasaran! Kemendagri Dorong Jember Jadi Pelopor Digitalisasi Bantuan Lewat IKD

Maulana RJ • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:35 WIB
CETAK MANUAL: Pelayanan adminduk di Kantor Kecamatan Ajung, Jember. Di tengah model cetak KTP yang konvensional, pemerintah pusat kini mewacanakan kepemilikan adminduk digital, salah satunya untuk digitalisasi bansos. (MAULANA/RADAR JEMBER)
CETAK MANUAL: Pelayanan adminduk di Kantor Kecamatan Ajung, Jember. Di tengah model cetak KTP yang konvensional, pemerintah pusat kini mewacanakan kepemilikan adminduk digital, salah satunya untuk digitalisasi bansos. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mulai menggulirkan digitalisasi data kependudukan sebagai prasyarat utama perbaikan penyaluran bantuan sosial atau bansos yang diyakini dapat membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran dan terintegrasi secara nasional.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa dokumen kependudukan kini tak lagi sekadar lembaran identitas.

Namun, gerbang awal pengintegrasian pelbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk penyaluran bansos secara digital.

Baca Juga: Kesembuhan Ketuk Pintu Rumah Warga! Program Homecare Jember Dipuji Ombudsman dan Jadi yang Pertama di Indonesia

​"Ke depannya, dengan KTP elektronik dan identitas kependudukan digital (IKD), pelayanan publik bertransformasi ke arah digital. Pelayanan digital kependudukan ini menjadi pintu masuk bagi digitalisasi bansos," kata Teguh, usai meninjau pelayanan adminduk di Kantor Kecamatan Ajung, Jember, (6/8).

Ia menambahkan, modernisasi ini dirancang untuk menyederhanakan birokrasi dan meminimalkan celah penyalahgunaan data penerima bantuan.

Ia berharap Jember bisa menjadi salah satu daerah yang memelopori penerapan IKD secara masif untuk integrasi bantuan sosial tersebut.

​Dukungan serupa disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin. Menurut dia, inovasi data kependudukan daerah, seperti program Peta Cinta milik Pemkab Jember, butuh penopang infrastruktur dan SDM yang memadai.

Tujuannya, kata dia, agar target penerimaan bantuan dapat terealisasi secara inklusif. "Target ambisius dari program daerah harus ditopang infrastruktur yang kuat. Ke depan, kualitasnya harus terus ditingkatkan agar masyarakat punya akses yang lebih cepat, tepat, dan gratis," katanya.

Baca Juga: Selaras Asta Cita Presiden! Ombudsman RI Dorong Program Homecare Jember Jadi Percontohan Nasional

Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan Adminduk yang ramah dan mudah diakses hingga level kecamatan.

Menurut dia, pembenahan adminduk daerah sangat vital guna menyelaraskan program lokal dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

​"Kami pastikan pelayanan Dispendukcapil berjalan baik dan mudah diakses masyarakat, baik di desa maupun di kota. Tanpa dipersulit, gratis, dan cepat," imbuh Gus Fawait. (c2/mau)  

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Bansos adminduk ikd atau ktp digital