Radar Jember - Berbagai dukungan terhadap pelaksanaan Program Homecare Pemkab Jember terus mengalir dari berbagai kalangan.
Layanan ini bukan saja humanis untuk keluarga rentan dan kurang mampu, tetapi menghadirkan kesembuhan dari pintu rumah.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan program ini lahir untuk memutus rantai ketidakadilan akses kesehatan.
Baca Juga: Garansi Tanpa Dipersulit! Bupati Gus Fawait Pastikan Pengurusan KTP Di Jember Gratis Dan Super Cepat
Bagi dia, warga miskin yang tak punya biaya transportasi ke rumah sakit tak boleh lagi diabaikan.
"Ini menjadi solusi bagi warga miskin ekstrem ketika mereka tidak mampu datang ke puskesmas karena faktor biaya atau ekonomi," katanya, saat menemani Ombudsman RI meninjau Homecare di tiga titik rumah di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, Pemkab Jember telah menjamin sepenuhnya biaya kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC).
Namun, Homecare adalah langkah lanjutan untuk memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.
"Ada lima kategori warga yang rutin kita samperin setiap bulan, sakit maupun tidak sakit. Insyaallah ini yang pertama di Indonesia," imbuh Gus Fawait.
Di waktu yang sama, Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona merasa takjub dengan pelayanan inklusif Homecare.
Ia melihat layanan ini bukan sekadar janji manis, tapi dieksekusi dengan sistem yang matang.
"Tadi kita sama-sama melihat langsung bagaimana nakes di lapangan. Bahkan, fasilitas telekonferensi dengan dokter yang selalu ready di rumah sakit," katanya.
Menurut dia, integrasi antara nakes di lapangan dan dokter spesialis di rumah sakit memastikan pasien pelosok mendapat diagnosis dan tindakan yang tepat.
"Jadi ketika tim bergerak, pihak rumah sakit juga sudah siap melayani apa pun kebutuhan pasien tersebut secara real-time," pungkas Rahmadi. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh