Siap Turun Ke Desa! Tiga Organisasi Profesi Kesehatan Kawal Program Homecare Bupati Jember

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:00 WIB
PANEN DUKUNGAN: Bupati Gus Fawait saat inspeksi Puskesmas Sumberbaru (5/8). Saat itu, ia bertemu dengan manajemen puskesmas, para nakes, hingga warga yang menjalani rawat inap, dan memastikan perangkat pendukung Homecare sesuai standar. (MAULANA/RADAR JEMBER)
PANEN DUKUNGAN: Bupati Gus Fawait saat inspeksi Puskesmas Sumberbaru (5/8). Saat itu, ia bertemu dengan manajemen puskesmas, para nakes, hingga warga yang menjalani rawat inap, dan memastikan perangkat pendukung Homecare sesuai standar. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Tiga organisasi profesi kesehatan utama di Kabupaten Jember—Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)—menyatakan siap mengawal penuh program pelayanan Homecare besutan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Ketua PPNI Jember, Ns. Mustakim, menegaskan seluruh jejaring perawat siap diterjunkan hingga ke pelosok desa demi memastikan warga mendapat tindakan keperawatan yang cepat dan humanis.

​"Kami menyambut penuh program kebaikan ini. Keberadaan perawat hingga tingkat desa adalah modal utama untuk memastikan warga kurang mampu mendapat tindakan keperawatan yang cepat dan humanis," katanya (4/8).

Baca Juga: Soroti Fenomena Bantuan Alsintan dan Gerobak di Marketplace, Gus Fawait Ultimatum Petani dan UMKM Jember: Jangan Dijual!

​Meski mendukung penuh, organisasi profesi menyertakan sejumlah catatan krusial.

Ketua IDI Cabang Jember, dr. M. Ali Shodikin, menekankan pentingnya pemanfaatan telemedicine serta penataan beban kerja dan anggaran operasional tenaga kesehatan (nakes).

"Program ini terasa langsung manfaatnya, konsekuensinya, volume kerja nakes melonjak. Pemkab perlu mengatur pembagian tugas secara presisi, sekaligus menjamin alokasi anggaran daerah untuk obat, alat medis portabel, hingga insentif honorarium yang layak," kata Ali.

​Senada dengan IDI, Ketua IBI Cabang Jember, Siti Romlah, mengingatkan agar beban kerja bidan desa dipetakan dengan rapi.

Mengingat tingginya AKI, AKB, hingga stunting di Jember, ia berharap fokus bidan pada program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) tidak terpecah.

Baca Juga: Bupati Gus Fawait Minta RSD Baru di Wilayah Barat Jember, Wamenkes: Pembangunan Bertahap Sesuai Kebutuhan Warga!

​"Kami optimistis Homecare berjalan efektif jika pembagian tugas dipetakan dengan rapi. Layanan ibu dan anak harus tetap jadi prioritas utama demi mengawal Generasi Emas 2045," pinta Romlah.

​Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui Homecare yang baru berjalan dua pekan ini tidak hanya fokus layanan medis gratis, tapi juga penanganan kemiskinan secara holistik melalui bantuan pangan dan rehabilitasi rumah. ​

"Saya mohon doa dan mohon masukannya, kita akan terus mengoptimalkan Homecare ini," pungkas Gus Fawait. (c2/mau)

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare Jember layanan kesehatan idi IBI