Radar Jember - Tiga organisasi profesi kesehatan utama di Kabupaten Jember—Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)—menyatakan siap mengawal penuh program pelayanan Homecare besutan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Ketua PPNI Jember, Ns. Mustakim, menegaskan seluruh jejaring perawat siap diterjunkan hingga ke pelosok desa demi memastikan warga mendapat tindakan keperawatan yang cepat dan humanis.
"Kami menyambut penuh program kebaikan ini. Keberadaan perawat hingga tingkat desa adalah modal utama untuk memastikan warga kurang mampu mendapat tindakan keperawatan yang cepat dan humanis," katanya (4/8).
Meski mendukung penuh, organisasi profesi menyertakan sejumlah catatan krusial.
Ketua IDI Cabang Jember, dr. M. Ali Shodikin, menekankan pentingnya pemanfaatan telemedicine serta penataan beban kerja dan anggaran operasional tenaga kesehatan (nakes).
"Program ini terasa langsung manfaatnya, konsekuensinya, volume kerja nakes melonjak. Pemkab perlu mengatur pembagian tugas secara presisi, sekaligus menjamin alokasi anggaran daerah untuk obat, alat medis portabel, hingga insentif honorarium yang layak," kata Ali.
Senada dengan IDI, Ketua IBI Cabang Jember, Siti Romlah, mengingatkan agar beban kerja bidan desa dipetakan dengan rapi.
Mengingat tingginya AKI, AKB, hingga stunting di Jember, ia berharap fokus bidan pada program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) tidak terpecah.
"Kami optimistis Homecare berjalan efektif jika pembagian tugas dipetakan dengan rapi. Layanan ibu dan anak harus tetap jadi prioritas utama demi mengawal Generasi Emas 2045," pinta Romlah.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui Homecare yang baru berjalan dua pekan ini tidak hanya fokus layanan medis gratis, tapi juga penanganan kemiskinan secara holistik melalui bantuan pangan dan rehabilitasi rumah.
"Saya mohon doa dan mohon masukannya, kita akan terus mengoptimalkan Homecare ini," pungkas Gus Fawait. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh