Radar Jember - Baru berjalan sekitar dua pekan sejak diresmikan Wamenkes dan BP Taskin, 24 Juli lalu, program Homecare Pemkab Jember mulai menunjukkan dampak konkret.
Tak sekadar memberikan layanan medis gratis di rumah warga, program jemput bola ini juga efektif membedah dan menangani potret nyata kemiskinan di lapangan.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan, kehadiran tim Homecare memberikan solusi langsung bagi warga tanpa terbebani biaya dan jarak.
Baca Juga: Dua Kali Sapa Warga Tanggul lewat Bunga Desaku, Gus Fawait: Rakyat Butuh Kehadiran Pemimpin!
"Baru berjalan, kita melihat manfaatnya luar biasa. Warga tak mampu, sakit kronis, didatangi langsung oleh Tim Homecare," katanya saat JKCI 2026 di Watu Ulo, Jember, (1/8).
Lebih dari sekadar pelayanan medis, Gus Fawait menegaskan Homecare menjadi instrumen Pemkab Jember untuk melihat wajah kemiskinan secara akurat.
"Inilah efek domino Homecare, membedah masalah warga kurang mampu secara komprehensif, mulai dari kesehatan, pangan, hingga soal hunian," katanya.
Inovasi Homecare ini menjadi salah satu pelayanan publik Pemkab yang akan ditinjau langsung oleh Ombudsman, pada Rabu (5/8).
"Insyaallah penilaiannya bagus. Kita ingin pamerkan justru, dan minta masukan untuk perbaikan lebih baik lagi ke depan, saya mohon doa dan masukannya," imbuh dia.
Baca Juga: Siap Buka-bukaan Izin Galian C, Gus Fawait Ajak Anggota DPRD Cek Aktivitas Tambang di Jember
Dukungan dan apresiasi terhadap program ini terus mengalir, salah satunya datang dari Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah.
Ia menilai Homecare sebagai terobosan pelayanan publik yang sangat humanis.
Mengusung konsep pelayanan kesehatan eksklusif untuk warga kurang mampu secara gratis.
"Sangat privat dan personal. Ini pendataan sekaligus penanganan konkret yang patut diapresiasi serta didukung penuh," pungkas legislator Dapil Jember-Lumajang itu. (c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh