Bukan Cuma Berobat Gratis! Anggota DPR RI Sebut Program Homecare Jember Jadi Kunci Pendataan Kesehatan Warga

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:00 WIB
"Pelayanan yang sangat private dan personal ini bukan untuk masyarakat kelas atas atau menengah, tetapi untuk masyarakat kelas bawah. Program ini langsung menyentuh masyarakat Jember yang kurang beruntung."  CHARLES MEIKYANSAH, Anggota Komisi XI DPR RI.
"Pelayanan yang sangat private dan personal ini bukan untuk masyarakat kelas atas atau menengah, tetapi untuk masyarakat kelas bawah. Program ini langsung menyentuh masyarakat Jember yang kurang beruntung."  CHARLES MEIKYANSAH, Anggota Komisi XI DPR RI.

Radar Jember - Program Homecare Pemkab Jember mendapat apresiasi dari Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah.

Layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah yang baru diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Jumat (24/7) lalu, di Kecamatan Sumberbaru itu dinilai menjadi terobosan pelayanan publik yang langsung menyentuh masyarakat kecil.

Menurut Charles, Homecare menghadirkan konsep pelayanan kesehatan yang berbeda.

Baca Juga: Siap Buka-bukaan Izin Galian C, Gus Fawait Ajak Anggota DPRD Cek Aktivitas Tambang di Jember

Jika selama ini masyarakat harus datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan, melalui program tersebut justru tenaga kesehatan yang mendatangi rumah-rumah warga, khususnya masyarakat kurang mampu.

Charles mengatakan, pendekatan yang dilakukan dalam program Homecare bukan sekadar memberikan layanan pengobatan, tetapi juga membangun basis data kesehatan masyarakat secara lebih rinci.

Tenaga kesehatan dapat mengetahui kondisi setiap warga, mulai dari identitas, tempat tinggal, pekerjaan, hingga riwayat penyakit yang diderita.

"Saya sangat mendukung gerakan Homecare ini. Ini gerakan yang betul-betul melihat masyarakat satu per satu. Mereka tahu siapa orangnya, di mana rumahnya, apa pekerjaannya, dan sakitnya apa," ujarnya, Sabtu (1/8).

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem ini menilai model pelayanan seperti itu selama ini identik dengan layanan kesehatan pribadi yang hanya bisa diakses kalangan menengah ke atas.

Baca Juga: Cair Usai Pengesahan PAPBD, Pemkab Jember Siapkan Insentif Bagi 20 Ribu Guru Ngaji dan Ketua Kelompok Pengajian

Namun di Jember, konsep tersebut justru diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.

"Pelayanan yang sangat private dan personal ini bukan untuk masyarakat kelas atas atau menengah, tetapi untuk masyarakat kelas bawah. Program ini langsung menyentuh masyarakat Jember yang kurang beruntung," katanya.

Selain berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, Charles menyebut Homecare juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat.

Pendataan yang dilakukan langsung dari rumah ke rumah dinilai mampu menjangkau warga yang selama ini kerap luput dari layanan kesehatan maupun program pemerintah. Karena itu, ia berharap program tersebut terus diperkuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, Homecare menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Akan tetapi negara juga bisa hadir langsung di tengah warga yang membutuhkan. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare Pemkab Jember layanan kesehatan anggota dpr ri