Segera Keroyokan Tangani Kekeringan, Gus Fawait Bakal Panggil Camat hingga Kades Atasi Krisis Air Tahunan di Jember

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:30 WIB
JAMIN AKOMODASI USULAN: Momen Gus Fawait membersamai masyarakat saat Bunga Desaku di Mayang dan Pakusari (22/7). Salah satu aspirasi yang didapat saat itu terkait kekeringan yang melanda sejumlah desa di dua kecamatan tersebut. (MAULANA/RADAR JEMBER)
JAMIN AKOMODASI USULAN: Momen Gus Fawait membersamai masyarakat saat Bunga Desaku di Mayang dan Pakusari (22/7). Salah satu aspirasi yang didapat saat itu terkait kekeringan yang melanda sejumlah desa di dua kecamatan tersebut. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti penanganan bencana kekeringan dan krisis air bersih yang dinilai masih bergantung pada solusi jangka pendek.

Menurut dia, droping air bersih yang selama ini disalurkan ke wilayah terdampak belum menyelesaikan akar masalah yang rutin berulang setiap musim kemarau.

​"Memang jangka pendeknya kita sudah bantu air, tapi saya inginnya kemarau ini tidak setiap kemarau terus susah air," katanya, di sela rangkaian agenda Bunga Desaku di Mayang dan Pakusari, belum lama ini, (22/7).

Baca Juga: Indonesia Darurat TBC, Wamenkes dan Bupati Gus Fawait Buka Screening Masif di 228 Titik Kabupaten Jember

​Melihat krisis air yang terus berulang di kawasan Jember utara dan timur ini, ia menginstruksikan jajarannya, OPD terkait, Muspika, Camat, hingga kepala desa, untuk segera melakukan pemetaan komprehensif.

Serta merumuskan skema intervensi jangka menengah dan jangka panjang agar warga tak selalu mengalami darurat air bersih saban tahun.

​"Penanganan jangka menengah dan panjang itu harus betul-betul kita petakan. Jangan sampai masalah sesungguhnya tidak terselesaikan," katanya.

Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, juga mengritik lambannya alur birokrasi perencanaan pembangunan formal.

Baca Juga: Tagih Kontribusi Konkret IKA Unair Jember, Bupati Gus Fawait Desak Alumni Bantu Tangani Stunting Hingga Kemiskinan

Melalui kunjungan langsung ke desa-desa ini, ia ingin memotong rantai birokrasi agar pemetaan kebutuhan air bersih bisa segera diselesaikan dan dieksekusi secara nyata.

Ia berjanji akan ada solusi permanen.

​"Kalau nunggu Musrenbangdes, kecamatan, itu panjang sekali. Dari forum seperti ini bisa memotong rantai birokrasi sehingga kita bisa mendapatkan masalah-masalah yang riil di bawah," imbuhnya. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Pemkab Jember pakusari bunga desa Kekeringan Gus Fawait