Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti penanganan bencana kekeringan dan krisis air bersih yang dinilai masih bergantung pada solusi jangka pendek.
Menurut dia, droping air bersih yang selama ini disalurkan ke wilayah terdampak belum menyelesaikan akar masalah yang rutin berulang setiap musim kemarau.
"Memang jangka pendeknya kita sudah bantu air, tapi saya inginnya kemarau ini tidak setiap kemarau terus susah air," katanya, di sela rangkaian agenda Bunga Desaku di Mayang dan Pakusari, belum lama ini, (22/7).
Melihat krisis air yang terus berulang di kawasan Jember utara dan timur ini, ia menginstruksikan jajarannya, OPD terkait, Muspika, Camat, hingga kepala desa, untuk segera melakukan pemetaan komprehensif.
Serta merumuskan skema intervensi jangka menengah dan jangka panjang agar warga tak selalu mengalami darurat air bersih saban tahun.
"Penanganan jangka menengah dan panjang itu harus betul-betul kita petakan. Jangan sampai masalah sesungguhnya tidak terselesaikan," katanya.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, juga mengritik lambannya alur birokrasi perencanaan pembangunan formal.
Melalui kunjungan langsung ke desa-desa ini, ia ingin memotong rantai birokrasi agar pemetaan kebutuhan air bersih bisa segera diselesaikan dan dieksekusi secara nyata.
Ia berjanji akan ada solusi permanen.
"Kalau nunggu Musrenbangdes, kecamatan, itu panjang sekali. Dari forum seperti ini bisa memotong rantai birokrasi sehingga kita bisa mendapatkan masalah-masalah yang riil di bawah," imbuhnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh