Radar Jember - Pemerintah pusat secara terbuka mengungkap kondisi darurat penanganan Tuberkulosis (TB) di tanah air.
Berada di peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia, strategi penanganan kini tidak lagi mengobati pasien TB, tapi memburu keluarga dan tetangga pasien.
"Presiden minta tolong beresin ini. Tidak ada negara maju yang kasus TB-nya tinggi," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, saat meninjau pelayanan TB di Puskesmas Bangsalsari, dan meresmikan Homecare di Puskesmas Sumberbaru, Jember, Jumat (24/7).
Baca Juga: Tak Hanya KIP Kuliah, Mahasiswa Jember Punya Banyak Pilihan Beasiswa yang Masih Jarang Diketahui
Dia mengklaim, kesembuhan pasien TB di Indonesia telah di atas 90 persen. Namun, rantai penularan ke keluarga atau tetangga pasien kerap lolos dari pemeriksaan.
"Jika selama ini fokus mengobati yang sakit, sekarang kita lakukan screening masif," tegasnya.
Strategi penapisan masif dilakukan melalui pemeriksaan rontgen dada (X-ray) di 53.335 lokasi se-Indonesia. Khusus di Jember, pemeriksaan disebar di 228 lokasi fokus.
Langkah ini ditujukan untuk melacak kontak erat (keluarga dan tetangga) dari pasien TB. Bagi warga yang terdeteksi TB namun belum ada gejala, diberikab obat Terapi Pencegahan TB (TPT).
"Kuman TB itu bisa 'nemplok' di tubuh dan baru membuat orang sakit satu atau dua tahun kemudian. Dengan obat pencegahan, kumannya langsung dimatikan di awal agar tidak jadi penularan," tambah menteri berlatar belakang dokter spesialis paru itu.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif upaya penanganan TB di Jember ini.
"TBC Jember merupakan salah satu daerah dengan kasus terbesar. Saya merasa bahagia karena Pak Wamenkes juga akan menyampaikan beberapa hal terkait pelacakan (tracing) kasus TBC," katanya.
Ia berharap, kolaborasi pusat dan daerah ini dapat efektif menekan sebaran kasus TB di Jember.
"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu instrumen untuk mengurai dan mengurangi angka kasus TBC di Jember. Kami siap bersinergi," imbuh politisi Partai Gerindra itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh