Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menagih kontribusi nyata dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember untuk menyelesaikan sederet persoalan krusial di wilayahnya.
Penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, hingga tingginya AKI, AKB, menjadi tuntutan utama Pemkab Jember kepada para alumni kampus ternama asal Surabaya tersebut.
"IKA Unair kami minta untuk membantu Pemkab Jember berkontribusi konkret mengatasi kemiskinan dan dampaknya: stunting, AKI, dan AKB," katanya, usai pelantikan pengurus IKA Unair Cabang Jember dan penandatanganan MoU di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (27/7).
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan ini merupakan kali kedua alumni Unair mendapat kepercayaan di Jember.
Menurut dia, momentum keberlanjutan ini tidak hanya terhenti pada formalitas semata.
"Kesempatan kedua ini harus dimanfaatkan agar jauh lebih baik membawa perubahan bagi Jember," tambah Gus Fawait.
Menjawab tantangan itu, Ketua IKA Unair Cabang Jember, I Nyoman Semita, mengaku akan mengerahkan seluruh potensi SDM guna menyokong program pemda.
Ia menyebut, saat ini alumni Unair tersebar di birokrasi Jember, mulai dari pejabat Eselon II, III, hingga Eselon IV.
Pada periode kedua memimpin korps alumni ini, ia meyakinkan komitmen IKA Unair untuk tegak lurus dengan arah kebijakan Bupati Jember dalam koridor pengabdian publik.
"Mengabdi itu artinya bermanfaat untuk masyarakat luas, di luar kepentingan pribadi maupun golongan," katanya.
Rekam jejak kontribusi alumni pada periode sebelumnya, kata Nyoman, terlihat salah satunya dari kucuran dana swadaya Rp 5 miliar untuk intervensi 10 ribu ibu hamil di Jember dengan suplemen untuk menekan stunting.
"Mudah-mudahan kesempatan kedua ini bisa jauh lebih baik dan membawa Jember jauh lebih baik," imbuh ASN yang juga Plt. Direktur RSD Balung itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh