Tunjukkan Keseimbangan lewat Majelis Cinta: Gus Kautsar hingga Masyayikh Lirboyo-Ploso Tebar Keteduhan di Pendapa Wahyawibawagraha

Maulana RJ • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:38 WIB
UNDANG ULAMA KONDANG: Momen Gus Kautsar, ditemani Bupati Gus Fawait, saat menjamu lawatan sejumlah ulama kondang di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu malam (26/7). (LSN)
UNDANG ULAMA KONDANG: Momen Gus Kautsar, ditemani Bupati Gus Fawait, saat menjamu lawatan sejumlah ulama kondang di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu malam (26/7). (LSN)

Radar Jember - Pendapa Wahyawibawagraha, rumah dinas Bupati Jember, Minggu malam (26/7), berubah menjadi lautan keteduhan.

Puluhan ulama yang terdiri dari kiai, beserta gus dan lora, berkumpul dalam satu majelis bertajuk Ngaji dengan Cinta, untuk Kemaslahatan Bangsa.

Inisiasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) ini menghadirkan jajaran ulama dan dai kondang Jawa Timur.

Baca Juga: Ingin JFC Jadi Karnaval Nomor 1 Dunia, Gus Fawait Lobi DPR RI dan Utusan Presiden Minta Bandara Jember Diperbesar!

Tampak hadir KH. Moh Kholil Nawawi dari Sidogiri Pasuruan, serta jajaran pengasuh pesantren besar Kediri seperti KH. Fahim Ruyyani (Ploso), KH. Abdurrahman Al Kaustar atau Gus Kautsar (Ploso), dan KH. Ahmad Kafabihi (Lirboyo).

Bupati Jember Muhammad Fawait, mengemukakan acara itu merupakan penyeimbang alami atas gempita karnaval internasional, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, yang berlangsung beberapa jam sebelumnya.

Ia menyebut momen unik ini sebagai potret keseimbangan hidup masyarakat Jember, antara urusan dunia dengan urusan spiritualitas.

"Siang kita puncak acara JFC, malamnya kita ngaji bersama, ini supaya kita imbang, dunia akhirat kita dapat bersama," kata Gus Fawait, sapaan dia, beberapa hari sebelum forum itu dilangsungkan.

Baca Juga: Bikin Kemenkes Kepikat! Program Homecare Inovasi Gus Fawait Siap Diuji Coba Jadi Model Layanan Kesehatan Nasional

Bagi Gus Fawait, kehadiran para ulama dan pengembangan potensi pesantren menjadi salah satu fondasi dalam pembangunan daerah.

Ia meyakini pesta budaya dan penguatan spiritual tidak boleh berjalan sendiri, tapi saling melengkapi.

Ia juga meyakini, pesantren telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa ini.

Dari pesantren lahir banyak ulama, pemimpin, dan tokoh yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Pemkab akan terus memperkuat sinergi dengan para kiai dan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah," imbuh kepala daerah yang juga pengasuh Ponpes Nurul Chotib Al Qodiri Jombang Jember, itu. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
Majelis Cinta Gus Kautsar Jember Pendapa Wahyawibawagraha Gus Fawait